- Dua pemain keturunan Eropa, Pascal Struijk dan Jayden Oosterwolde, menolak bergabung dengan Timnas Indonesia.
- Kedua pemain tersebut memprioritaskan fokus mereka untuk bisa bermain di Timnas Belanda saat ini.
- Meskipun mendapat antusiasme suporter Indonesia, penolakan ini menjadi tantangan awal era pelatih John Herdman.
Suara.com - Era baru Timnas Indonesia di bawah asuhan John Herdman dihadapkan pada tantangan awal di luar lapangan dengan penolakan dari dua pemain keturunan yang menolak gabung.
Dalam waktu yang hampir bersamaan, dua pemain keturunan berkualitas yang merumput di Eropa, Pascal Struijk dan Jayden Oosterwolde secara terbuka menegaskan penolakan mereka untuk membela Skuad Garuda.
Keduanya kompak menyatakan bahwa prioritas utama mereka saat ini adalah memperjuangkan satu tempat di tim nasional Belanda.
Pascal Struijk, bek yang bermain untuk Leeds United, menyadari betul antusiasme besar dari para suporter di Tanah Air.
Memiliki darah Indonesia dari sang ibu, ia mengaku sering mendapat pesan di media sosial.
“Saya senang melihat bagaimana antusiasme fans di sana dan betapa mereka ingin saya datang. Itu menunjukkan Indonesia adalah negara sepak bola yang sangat besar,” ujar Struijk dilansir dari espn.nl.
“Banyak yang menulis di Instagram saya, itu cukup lucu dan menyenangkan,” sambungnya lagi.
Namun, apresiasi tersebut tidak mengubah pendiriannya. Ia dengan tegas menyatakan bahwa fokus utamanya saat ini adalah menembus skuad Der Oranje.
“Itu bukan sesuatu yang sedang saya pikirkan. Membela Timnas Belanda masih mimpi saya. Jika tampil baik di level tertinggi, saya rasa pemain pantas mendapat kesempatan,” kata Pascal Struijk.
Baca Juga: Prediksi Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Sapu Bersih Kemenangan di FIFA Series 2026
“Belgia sempat jadi pertimbangan dulu, dan Indonesia juga sering dibicarakan fans di media sosial. Tapi fokus saya adalah Oranje,” tegasnya.
Penegasan yang sama juga diungkapkan oleh bek Fenerbahce, Jayden Oosterwolde.
Pemain bertahan ini bahkan mengungkapkan adanya komunikasi intensif yang dilakukan PSSI dan Suriname setiap bulannya untuk merayu dirinya.
“Ibu saya berasal dari Indonesia. Mereka menghubungi saya setiap bulan dan menanyakan apakah saya ingin bermain Indonesia atau Suriname,” kata Jayden Oosterwolde, seperti dikutip dari akun @TimnasXtra.
Meskipun dihubungi secara rutin, jawaban Oosterwolde tetap konsisten. Sama seperti Struijk, mimpi untuk mengenakan seragam oranye kebesaran Timnas Belanda menjadi prioritas utamanya.
“Namun, saya masih ingin bermain untuk Belanda. Saya merasa punya peluang dan itulah hal yang ingin saya perjuangkan,” tutupnya.