- Jayden Oosterwolde mengakui bahwa ibunya yang berdarah Indonesia rutin menghubunginya hampir setiap bulan untuk menanyakan minat membela Timnas Indonesia.
- Meski memiliki opsi membela Indonesia atau Suriname, pemain kelahiran Belanda ini menegaskan fokus utamanya saat ini masih menembus skuad Timnas Belanda.
- Karier Oosterwolde sempat diwarnai kasus hukum di Turki akibat insiden derbi melawan Galatasaray, namun ia hanya menerima hukuman percobaan.
Suara.com - Jayden Oosterwolde, bek andalan Fenerbahce yang tengah berkarier di Liga Turki, baru-baru ini menjadi sorotan karena pengakuan jujurnya mengenai masa depan karier internasionalnya.
Pemain berusia 24 tahun tersebut secara terbuka mengungkapkan bahwa dirinya kerap menerima pertanyaan intens dari pihak keluarga terkait peluang membela Timnas Indonesia.
Sang ibu, yang diketahui memiliki darah asli Indonesia, disebut menjadi sosok yang paling rajin menghubunginya untuk membahas kemungkinan putranya berseragam Skuad Garuda.
Lahir di Zwolle, Belanda pada 26 April 2001, Oosterwolde memang memiliki latar belakang garis keturunan yang cukup unik dan beragam.
Ia menjelaskan bahwa darah Indonesia mengalir deras dari sisi sang ibu, sementara ayahnya mewariskan garis keturunan Suriname.
Koneksi emosional dengan tanah leluhur inilah yang membuat keluarganya terus memantau perkembangan dan keputusan besar yang akan diambilnya.
Dalam sebuah kesempatan wawancara, mantan pemain Parma ini mengakui bahwa komunikasi mengenai topik naturalisasi terjadi sangat intens lewat jalur keluarga.
Ia menyebut sang ibu dan kerabat lainnya hampir setiap bulan rutin menanyakan apakah dirinya memiliki minat untuk "pulang" membela Merah Putih.
Kendati mendapatkan perhatian besar dari keluarga, Oosterwolde menegaskan bahwa pendiriannya saat ini masih belum berubah.
Baca Juga: Prediksi Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Sapu Bersih Kemenangan di FIFA Series 2026
Ia masih menyimpan ambisi besar dan mimpi untuk menembus skuad utama Timnas Belanda guna bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa.
Baginya, kesempatan untuk membuktikan kualitas diri di tim Oranje masih menjadi prioritas utama yang ingin diperjuangkan selagi usianya masih muda.
Namun, di tengah polemik pemilihan tim nasional tersebut, perjalanan karier Oosterwolde sempat terganggu oleh masalah hukum serius yang menimpanya di Turki.
Pemain yang berposisi sebagai fullback ini dijatuhi hukuman penjara lebih dari satu tahun akibat insiden keributan dalam derbi panas melawan Galatasaray pada Mei 2024 lalu.
Kasus hukum tersebut tidak hanya menyeret dirinya seorang, tetapi juga melibatkan beberapa pemain dan staf Fenerbahce lainnya.
Beruntung bagi kelangsungan kariernya, pengadilan memutuskan bahwa hukuman yang diterima Oosterwolde bersifat percobaan atau ditangguhkan (suspended sentence).