- Dua pesepak bola Spanyol, Joselu dan Javi Martínez, berhasil dievakuasi dari Qatar pada Sabtu, 7 Maret 2026, karena meningkatnya ketegangan konflik Timur Tengah.
- Operasi evakuasi khusus pemerintah Spanyol menerbangkan mereka bersama rombongan warga asing lain menggunakan dua penerbangan terpisah dari Doha menuju Spanyol.
- Kedutaan Besar Spanyol di Doha mengkoordinasikan operasi ini, sementara pelatih timnas Qatar, Julen Lopetegui, memilih tetap tinggal menjalankan tugasnya di sana.
Suara.com - Dua pesepak bola Spanyol, Joselu dan Javi Martínez, berhasil meninggalkan Qatar pada Sabtu (7/3/2026) waktu setempat, melalui operasi evakuasi khusus pemerintah Spanyol.
Operasi darurat ini dilakukan setelah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir.
Keduanya termasuk dalam rombongan warga asing yang diterbangkan dari Doha menuju Spanyol menggunakan dua penerbangan terpisah.
Pesawat pertama mendarat setelah pukul 14.00 waktu setempat, sementara penerbangan kedua tiba sekitar satu jam kemudian.
“Evakuasi dilakukan dengan cepat seiring meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah," demikian laporan dari media Spanyol, Marca.
Dua pemain itu menurut Marca masuk dalam daftar penumpang yang diprioritaskan keluar dari Qatar.
Dalam penerbangan yang sama, sejumlah keluarga figur sepak bola Spanyol juga ikut meninggalkan Qatar. Di antaranya adalah istri serta bayi berusia tiga bulan milik penyerang Raúl de Tomás.
Selain itu, pasangan dari Pablo Sanz, anggota staf pelatih tim nasional Qatar juga termasuk dalam rombongan evakuasi.
Operasi tersebut dikoordinasikan langsung oleh Kedutaan Besar Spanyol di Doha. Duta Besar Spanyol untuk Qatar, Alvaro Renedo, disebut memainkan peran penting dalam mengatur logistik dan memastikan warga negaranya dapat meninggalkan negara tersebut dengan aman.
Baca Juga: Pakar Tuding Ada Kepentingan Terselubung dari Lionel Messi Usai Bertemu Trump, Apa Itu?
“Koordinasi dilakukan secara intensif agar proses evakuasi bisa berlangsung cepat di tengah situasi yang tidak pasti,” demikian keterangan sumber diplomatik terkait operasi tersebut.
Sementara itu, elatih tim nasional Qatar, Julen Lopetegui, memilih tetap berada di Doha untuk menjalankan tugasnya.
Dalam wawancara dengan RTVE pekan ini, Lopetegui mengungkapkan bahwa otoritas setempat meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Pesan yang kami terima adalah berhati-hati, tetap di rumah, dan memperhatikan jika ada rudal yang menuju area yang jauh dari kami,” ujar Lopetegui.
Meski situasi tegang, ia memastikan kondisi timnya tetap aman.
“Saya ingin memberi tahu keluarga dan teman-teman bahwa kami semua baik-baik saja dan mendapatkan perlindungan yang baik. Kami berharap situasi segera kembali normal,” katanya.