- Brooklyn Beckham, putra David dan Victoria, kini sorotan publik karena konflik serius dengan orang tua.
- Tekanan mengikuti nama besar ayahnya menjadi alasan utama Brooklyn meninggalkan karier sepak bola profesionalnya.
- Arsenal merekrut Brooklyn ke akademi pada usia 15 tahun, namun tidak ditawari kontrak profesional selanjutnya.
Mantan rekan setimnya, Jadion Anthony, yang kini sempat bermain di Premier League bersama Burnley, mengakui Brooklyn punya talenta.
Namun, bakat tersebut tak cukup untuk menembus level elite di tengah persaingan ketat.
David Beckham sendiri pernah mengungkapkan bahwa Brooklyn merasa terbebani dengan label “anak David Beckham” setiap kali turun ke lapangan.
Hal itu membuat Brooklyn ragu melanjutkan kariernya di sepak bola.
“Jika dia bermain dan tidak sebagus saya, orang akan bilang itu tidak cukup,” ungkap David.
Brooklyn akhirnya memutuskan berhenti total dari sepak bola, keputusan yang juga diikuti adik-adiknya, Romeo dan Cruz, meski Romeo sempat kembali bermain singkat bersama Brentford B.
Pasca meninggalkan lapangan hijau, Brooklyn mencoba berbagai jalur karier, mulai dari fotografi, kuliner, hingga modeling dan influencer, dengan hasil yang dinilai tak konsisten.
Ia kini dikenal lebih sebagai figur selebritas ketimbang atlet.
Brooklyn mengklaim menemukan ketenangan setelah menikahi Nicola Peltz, putri miliarder Amerika Serikat Nelson Peltz, pada 2022.
Baca Juga: Bikin Arsenal Sejago Sekarang, Mikel Arteta Dapat Ilmu Taktik dari Mana?
Pernikahan itu, menurutnya, menjadi titik balik setelah bertahun-tahun bergulat dengan kecemasan.
Namun, hubungan tersebut justru memicu retaknya relasi keluarga Beckham, yang kini menjadi konsumsi publik.
Brooklyn bahkan menuduh orang tuanya mencoba merusak pernikahannya dan menyebarkan informasi keliru ke media.
Kontributor: Adam Ali