-
Indonesia menang telak 5-0 atas Korea Selatan di laga pembuka Piala Asia Futsal.
-
Kapten tim Iqbal Iskandar mencetak dua gol namun tetap merasa belum puas sepenuhnya.
-
Skuad Garuda akan menghadapi lawan berat Kirgistan dan Irak di laga grup selanjutnya.
Kemenangan telak lima gol tersebut dianggap sebagai hasil kerja keras kolektif seluruh elemen yang ada di tim.
Iqbal menekankan bahwa hasil ini bukan semata-mata karena performa individu, melainkan sinergi kuat antar pemain.
Namun, sebagai seorang atlet profesional, rasa haus akan peningkatan performa masih sangat terasa di benak sang kapten.
"Kemenangan ini untuk kita semua, kalau menurut saya pribadi sebagai pemain pasti ya, kita tidak pernah puas dan saya juga merasa belum merasa cukup," ujarnya menambahkan.
Rasa tidak cepat puas ini diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi rekan-rekan setimnya untuk terus berkembang.
Kekalahan telak ini semakin memperpanjang catatan kurang memuaskan Korea Selatan dalam kancah futsal tingkat benua.
Negeri Gingseng tersebut memang sering dicap sebagai tim yang memiliki performa paling tidak stabil di Piala Asia.
Meski mereka adalah langganan peserta turnamen, namun seringkali langkah mereka terhenti dengan sangat cepat di fase awal.
Kegagalan melaju ke babak sistem gugur menjadi momok yang kembali menghantui tim nasional futsal Korea Selatan tahun ini.
Baca Juga: Hancurkan Korsel 5-0, Posisi Berapa Timnas Futsal Indonesia di Grup A Piala Asia Futsal 2026?
Situasi kontras ini justru memberikan tekanan tersendiri bagi Indonesia untuk tetap waspada pada laga-laga berikutnya.
Indonesia harus segera mengalihkan fokus karena tantangan yang jauh lebih berat sudah menunggu di depan mata.
Kirgistan bukanlah lawan yang bisa dianggap remeh mengingat catatan impresif mereka pada edisi turnamen sebelumnya.
Pada Piala Asia Futsal 2024, Kirgistan mampu memberikan kejutan besar dengan mengakhiri kompetisi di peringkat keenam.
Begitu pula dengan Irak yang secara teknis memiliki peringkat delapan besar di jajaran tim futsal terbaik Asia.
Kedua negara ini diprediksi akan memberikan perlawanan yang jauh lebih sengit dibandingkan dengan apa yang ditunjukkan Korsel.