-
Indonesia menang telak 5-0 atas Korea Selatan di laga pembuka Piala Asia Futsal.
-
Kapten tim Iqbal Iskandar mencetak dua gol namun tetap merasa belum puas sepenuhnya.
-
Skuad Garuda akan menghadapi lawan berat Kirgistan dan Irak di laga grup selanjutnya.
Suara.com - Panggung megah Indonesia Arena menjadi saksi keperkasaan skuad Merah Putih dalam ajang Piala Asia Futsal 2026.
Pasukan Garuda sukses mengamankan poin penuh setelah memberikan pelajaran berharga bagi tim nasional Korea Selatan.
Pertandingan yang berlangsung pada Selasa malam tersebut berakhir dengan skor mencolok lima gol tanpa balas.
Kemenangan impresif ini menempatkan Indonesia pada posisi yang sangat menguntungkan di papan klasemen sementara grup.
Dukungan penuh dari ribuan suporter di Jakarta memberikan energi tambahan bagi para pemain sepanjang dua babak.
Mochammad Iqbal Iskandar menjadi bintang lapangan dengan menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin sekaligus mesin gol.
Sang kapten berhasil menyarangkan bola ke gawang lawan sebanyak dua kali melalui skema permainan yang rapi.
Tidak hanya Iqbal, kontribusi gol juga datang dari kaki-kaki lincah Adriansyah Nur yang tampil sangat tenang.
Firman Adriansyah turut mencatatkan namanya di papan skor setelah berhasil mengelabui barisan pertahanan lawan yang rapat.
Baca Juga: Hancurkan Korsel 5-0, Posisi Berapa Timnas Futsal Indonesia di Grup A Piala Asia Futsal 2026?
Reza Gunawan melengkapi pesta kemenangan tim tuan rumah dengan satu gol tambahan yang mengunci kemenangan telak.
Meskipun menang besar, atmosfer di ruang ganti pemain tetap terjaga dalam kondisi yang sangat rendah hati.
Iqbal Iskandar menegaskan bahwa tidak ada ramuan ajaib di balik performa luar biasa timnas pada laga tersebut.
"Yang pasti kami tidak melakukan sesuatu yang spesial, kami hanya menuruti dan mengikuti instruksi dari pelatih saja dan alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar," kata Iqbal kepada wartawan seusai laga.
Pernyataan tersebut menunjukkan betapa disiplinnya para pemain dalam menjalankan strategi yang telah dirancang oleh tim pelatih.
Kepatuhan taktik ini terbukti mampu mematikan kreativitas serangan Korea Selatan yang biasanya cukup merepotkan lawan.
Kemenangan telak lima gol tersebut dianggap sebagai hasil kerja keras kolektif seluruh elemen yang ada di tim.
Iqbal menekankan bahwa hasil ini bukan semata-mata karena performa individu, melainkan sinergi kuat antar pemain.
Namun, sebagai seorang atlet profesional, rasa haus akan peningkatan performa masih sangat terasa di benak sang kapten.
"Kemenangan ini untuk kita semua, kalau menurut saya pribadi sebagai pemain pasti ya, kita tidak pernah puas dan saya juga merasa belum merasa cukup," ujarnya menambahkan.
Rasa tidak cepat puas ini diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi rekan-rekan setimnya untuk terus berkembang.
Kekalahan telak ini semakin memperpanjang catatan kurang memuaskan Korea Selatan dalam kancah futsal tingkat benua.
Negeri Gingseng tersebut memang sering dicap sebagai tim yang memiliki performa paling tidak stabil di Piala Asia.
Meski mereka adalah langganan peserta turnamen, namun seringkali langkah mereka terhenti dengan sangat cepat di fase awal.
Kegagalan melaju ke babak sistem gugur menjadi momok yang kembali menghantui tim nasional futsal Korea Selatan tahun ini.
Situasi kontras ini justru memberikan tekanan tersendiri bagi Indonesia untuk tetap waspada pada laga-laga berikutnya.
Indonesia harus segera mengalihkan fokus karena tantangan yang jauh lebih berat sudah menunggu di depan mata.
Kirgistan bukanlah lawan yang bisa dianggap remeh mengingat catatan impresif mereka pada edisi turnamen sebelumnya.
Pada Piala Asia Futsal 2024, Kirgistan mampu memberikan kejutan besar dengan mengakhiri kompetisi di peringkat keenam.
Begitu pula dengan Irak yang secara teknis memiliki peringkat delapan besar di jajaran tim futsal terbaik Asia.
Kedua negara ini diprediksi akan memberikan perlawanan yang jauh lebih sengit dibandingkan dengan apa yang ditunjukkan Korsel.
Sesuai jadwal yang telah ditentukan, Indonesia akan menghadapi tantangan kedua melawan Kirgistan pada Kamis besok.
Pertarungan melawan Kirgistan akan menjadi penentu krusial bagi langkah Indonesia untuk mengamankan tiket babak selanjutnya.
Setelah itu, skuad Garuda akan menutup perjuangan di fase grup dengan meladeni kekuatan tim nasional Irak.
Laga pemungkas grup melawan Irak tersebut direncanakan akan berlangsung pada hari Sabtu, tepat di akhir bulan Januari.
Kesiapan fisik dan mental akan menjadi faktor pembeda dalam menghadapi jadwal pertandingan yang sangat padat ini.
Stabilitas emosi dan konsistensi permainan menjadi pesan utama yang selalu ditekankan oleh jajaran manajemen tim.
Publik berharap tren positif ini tidak berhenti di satu laga saja demi ambisi melaju jauh di turnamen.
Target lolos ke babak selanjutnya kini terasa lebih realistis berkat modal kemenangan besar di partai pembuka.
Dengan dukungan penuh sebagai tuan rumah, Indonesia memiliki peluang emas untuk mencetak sejarah baru di olahraga futsal.
Fokus penuh dan sikap tidak meremehkan lawan menjadi kunci utama agar Garuda tetap terbang tinggi di Jakarta.