- Hossein Tayyebi adalah pemain kunci Iran dengan 5 gol di final Piala Asia Futsal 2026 Jakarta, Sabtu (7/2).
- Tayyebi, yang kini bermain untuk klub Palma, merupakan mesin gol Iran dengan 150 gol dalam 130 caps.
- Pelatih Indonesia menyatakan Iran menanggung tekanan sebab ini final pertama bagi Indonesia sementara Iran raja Asia.
Suara.com - Hossein Tayyebi jadi nama yang wajib diwaspadai Timnas Futsal Indonesia di final Piala Asia Futsal 2026 yang akan berlangsung malam ini, Sabtu (7/2) pukul 19:00 WIB di Indonesia Arena, Jakarta.
Di perhelatan Piala Asia Futsal 2026, Tayyebi menjadi pemain paling subur untuk Iran. Ia mengoleksi 5 gol, hanya selisih 2 gol dari dua penggawa Indonesia, Mochammad Iqbal dan Reza Gunawan.
Hossein Tayyebi Bidgoli lahir di Mashhad, Iran, 29 September 1988. Pemain berpostur 1,78 meter ini beroperasi sebagai pivot dan saat ini memperkuat klub elite Spanyol, Palma, dengan nomor punggung 15.
Bersama tim nasional Iran, Tayyebi telah mencatatkan 130 caps dan 150 gol, angka yang menegaskan statusnya sebagai mesin gol.
Karier profesional Tayyebi dimulai di Iran sebelum melejit di berbagai liga top dunia.
Ia pernah memperkuat klub-klub kuat seperti Giti Pasand, Kairat Almaty, hingga Benfica, sebelum akhirnya bersinar bersama Palma.
Puncaknya, ia ikut mengantarkan Palma menjuarai UEFA Futsal Champions League dua musim beruntun 2022/23 dan 2023/24, sebuah pencapaian langka di level Eropa.
Di level Asia, Tayyebi adalah sosok dominan. Ia menjadi top skor Piala Asia Futsal pada 2014 (15 gol) dan 2018 (14 gol).
Konsistensinya membuat ia masuk jajaran 5 Pemain Futsal Terbaik Dunia versi UMBRO pada 2017 dan 2018.
Baca Juga: Jadwal dan Link Streaming Final Piala Asia Futsal 2026: Timnas Indonesia Cetak Sejarah
Tak hanya itu, bersama Iran ia sukses merebut dua gelar juara Piala Asia Futsal (2016, 2018) serta membawa negaranya finis peringkat ketiga Piala Dunia Futsal 2016.
Sementara itu, pelatih timnas futsal Indonesia Hector Souto mengatakan timnya akan menjalani laga final tanpa ada tekanan sama sekali.
Menurut Souto, Indonesia tak mungkin merasa tertekan. Hal ini ini dikarenakan mereka baru pertama kalinya menginjakkan kaki di laga final Piala Asia Futsal.
Sebaliknya, Souto menyebut tekanan itu justru hanya ada di Iran yang sudah memenangi 13 gelar dari 17 edisi Piala Asia Futsal yang sudah dimainkan sejak 1999 di Malaysia. Di final nanti, Iran harus menang untuk menjaga reputasi mereka.
"Bagaimana mungkin kami mendapat tekanan jika ini adalah final pertama kami? Sementara Iran telah memainkan 105 pertandingan di AFC dan hanya kalah empat kali. Di mana tekanan kami?," kata Souto.
"Iranlah yang harus menanggung tekanan. Iran punya tradisi juara di AFC. Mereka punya kualitas, banyak pemain yang bermain di luar negeri, pemain yang kuat, dan ekosistem yang bagus sejak awal," kata dia.