Heboh Pemain Keturunan Timnas Indonesia Hijrah ke Super League, PSSI Ikut Bayar Gaji?

Pebriansyah Ariefana, Adie Prasetyo Nugraha

Selasa, 10 Februari 2026 | 11:02 WIB
Heboh Pemain Keturunan Timnas Indonesia Hijrah ke Super League, PSSI Ikut Bayar Gaji?
Pemain Timnas Indonesia Jordi Amat (Jordi Amat)
baca 10 detik
  • PSSI membantah keterlibatan dalam memulangkan pemain naturalisasi ke liga domestik demi Piala AFF.

  • Perpindahan pemain ke Super League merupakan murni urusan finansial antara klub dan pemain.

  • Arya Sinulingga menegaskan federasi tidak pernah membiayai gaji pemain di tingkat klub profesional.

Menanggapi hal tersebut, Arya Sinulingga meminta agar masyarakat dan pengamat tidak mudah terjebak dalam opini yang menyesatkan.

"Ya ini, kita ini terlalu banyak teori konspirasi ya. Jadi saya harap teman-teman wartawan juga mencerdaskan gitu," kata Arya di GBK Arena, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Menurutnya, proses perpindahan seorang pemain profesional murni didasari oleh kesepakatan nilai kontrak antara pemain dan klub.

Faktor ekonomi menjadi dasar utama mengapa seorang pemain bersedia pindah ke tim baru di kompetisi mana pun.

"Yang ngasih isu juga maunya mencerdaskan, karena namanya pemain, transfer, itu menyangkut uang. Menyangkut duit. Yang bayar pemain siapa? Apakah PSSI atau klub?" jelasnya.

Perlu diingat bahwa ajang Piala AFF bukanlah turnamen yang masuk dalam kalender resmi pertandingan internasional FIFA.

Kondisi ini seringkali membuat klub-klub luar negeri enggan memberikan izin kepada pemain mereka untuk membela tim nasional.

Bermain di liga domestik memang secara teknis akan mempermudah koordinasi antara manajemen timnas dengan pihak klub terkait izin pemain.

Namun, Arya menekankan bahwa PSSI sama sekali tidak memiliki otoritas dalam mencampuri urusan finansial di tingkat klub.

baca juga

"Kalau klub, berarti urusannya apa nih? Urusan duit. Tawar menawar. Yang bayar klub. PSSI enggak ada ikut-ikutan di bayar situ. Bayar-bayar enggak ada situ urusan PSSI," ia menambahkan.

PSSI menegaskan tidak ada subsidi atau bantuan dana apa pun yang diberikan kepada klub untuk mendatangkan pemain tertentu.

Setiap tim di Super League bergerak secara mandiri sesuai dengan kekuatan anggaran dan kebutuhan teknis pelatih mereka masing-masing.

"Jadi lucu kalau dibilang bahwa skenario PSSI gitu ya, untuk AFF. Emang pemain mau dibayar murah? Pemain pasti punya tawaran segini. Klub punya uang enggak? Kalau enggak cocok, ya enggak jadi. Kalau cocok bayarannya, ya jadi."

Arya juga menegaskan bahwa praktik "patungan" antara federasi dan klub tidak pernah ada dalam sistem sepak bola profesional mana pun.

"Dan PSSI enggak ada ikutan chip in gitu. Dari mana uang PSSI gitu untuk chip in chip in pemain, dan itu di dunia enggak terjadi seperti itu. Enggak ada yang namanya federasi ikutan chip in di klub untuk enggak ada lah. Mana ada. Mana enggak pernah terjadi seperti itu," ia menambahkan.

Federasi mengimbau agar para komentator sepak bola lebih bijak dan berhati-hati dalam menyebarkan informasi kepada publik.

Tuduhan tanpa dasar yang logis dikhawatirkan dapat merusak iklim industri sepak bola tanah air yang sedang berkembang.

"Jadi itu mekanisme pasar aja dan mereka ya, kita kan enggak bisa, seperti yang saya katakan, kecuali PSSI menggaji mereka. Kan enggak ada gaji PSSI terhadap pemain," tegasnya.

Arya menutup pernyataannya dengan kritikan tajam bagi para pihak yang terus menggoreng isu tanpa melihat fakta di lapangan.

"Jadi sudahlah, teori-teori konspirasi silahkan, tapi tolong yang cerdas gitu. Jangan enggak cerdas. Kalau enggak cerdas, nanti malu juga pengamatnya. Cari yang cerdas gitu lho."

"Malu lho. Dimana logikanya gitu. Ya, jadi pengamat tuh harus cerdas juga, jangan enggak cerdas. Kasihan nanti dihitung orang logikanya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ordal PSSI Sebut John Herdman 'Lucu' Jika Tambah Pemain Naturalisasi Tanpa Cek Talenta Lama

Ordal PSSI Sebut John Herdman 'Lucu' Jika Tambah Pemain Naturalisasi Tanpa Cek Talenta Lama

Bola | Selasa, 10 Februari 2026 | 10:52 WIB

Mirip Pratama Arhan, Pemain Keturunan Rp 3,48 Miliar Ini Bisa Dipanggil ke FIFA Series 2026

Mirip Pratama Arhan, Pemain Keturunan Rp 3,48 Miliar Ini Bisa Dipanggil ke FIFA Series 2026

Bola | Selasa, 10 Februari 2026 | 10:45 WIB

Performa Timnas Indonesia U-17 Masih Jauh dari Ekspektasi, Perlu Tambahan Diaspora?

Performa Timnas Indonesia U-17 Masih Jauh dari Ekspektasi, Perlu Tambahan Diaspora?

Your Say | Selasa, 10 Februari 2026 | 11:00 WIB

Terkini

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

×