- Alessandro Del Piero mengkritik Cristian Chivu terkait pembelaan terhadap kartu merah Kalulu di Derby d'Italia.
- Pertandingan Inter versus Juventus di Meazza dimenangkan Inter 3-2, mengukuhkan puncak klasemen Serie A.
- Kontroversi kartu merah Kalulu dipicu dugaan *diving* Alessandro Bastoni setelah pelanggaran ringan dari pemain Juventus.
Suara.com - Legenda Juventus, Alessandro Del Piero, melontarkan kritik tajam kepada pelatih Inter, Cristian Chivu, dan bek Nerazzurri, Alessandro Bastoni, menyusul kontroversi kartu merah Pierre Kalulu dalam laga panas Derby d’Italia.
Pertandingan antara Inter Milan dan Juventus FC di Stadion Giuseppe Meazza berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Inter.
Hasil itu membuat Inter kukuh di puncak klasemen Serie A dengan keunggulan delapan poin.
Namun di laga tersebut, keputusan wasit Federico La Penna yang memberikan kartu merah kepada pemain Juventus, Kalulu menyulut kontroversi.
Kalulu lebih dulu menerima kartu kuning akibat pelanggaran terhadap Nicolo Barella.
Kartu kuning kedua datang setelah ia dinilai melakukan pelanggaran terhadap Bastoni.
Tayangan ulang menunjukkan adanya dugaan aksi jatuh yang berlebihan dari Bastoni.
Usai pertandingan, Chivu membela keputusan wasit. Ia menilai ada sentuhan ringan dari Kalulu dan menyebut bek Juventus itu seharusnya lebih berhati-hati.
“Meski ringan, tetap ada sentuhan. Pemain saya merasakannya saat berlari dalam kecepatan penuh. Kalulu adalah pemain berpengalaman dan seharusnya tahu untuk tidak menaruh tangan dalam situasi seperti itu,” ujar Chivu kepada Sky Sport Italia.
Baca Juga: Eks Pelatih Juventus Resmi Tangani Tottenham, Debut Langsung Lawan Arsenal
Pernyataan itu ditentang oleh legenda Juventus, Alessandro Del Piero. Menurut Del Piero Chivu keliru dalam memberikan komentar.
“Saya pikir Chivu melakukan pekerjaan luar biasa dan membangkitkan Inter yang kuat, meski mungkin sedikit menua. Namun malam ini, menurut saya, ia membuat kesalahan dalam mengomentari kartu merah itu,” kata Del Piero, dikutip dari Corriere dello Sport.
Ia menegaskan bahwa tim sekelas Inter seharusnya tidak perlu diuntungkan oleh keputusan kontroversial.
“Ketika Anda adalah tim kuat, Anda ingin menang dengan baik. Jika ada kesalahan yang jelas menguntungkan Anda, Anda tidak seharusnya merasa senang. Inter juga tidak membutuhkan ini,” tegasnya.
Kontributor: M.Faqih