- Premier League dan EFL mengonfirmasi jeda pertandingan sejenak untuk memberi kesempatan pemain Muslim berbuka puasa saat matahari terbenam di tengah laga.
- Jeda buka puasa akan dilakukan saat bola mati seperti tendangan gawang atau lemparan ke dalam, dan dilarang digunakan sebagai tactical time-out bagi pelatih.
- Kebijakan ini melanjutkan tradisi toleransi yang dimulai sejak 2021 dan mendapat apresiasi tinggi dari pemain Muslim di Inggris seperti Abdoulaye Doucoure.
Suara.com - Operator kompetisi Premier League dan English Football League (EFL) secara resmi mengonfirmasi akan melanjutkan prosedur khusus selama bulan suci Ramadan tahun ini.
Menyitat BBC, Selasa (17/02/2026), kebijakan tersebut memungkinkan pertandingan dihentikan sejenak demi memberikan kesempatan bagi para pemain Muslim untuk berbuka puasa di tengah laga.
Langkah penuh toleransi ini diambil mengingat bulan Ramadan akan segera dimulai pekan ini dan berlangsung selama satu bulan penuh.
Matahari terbenam di Inggris pada periode ini berkisar antara pukul 17.00 hingga 19.00 waktu setempat, sehingga aturan ini berlaku efektif untuk laga yang bergulir pada jam tersebut.
Pertandingan yang kemungkinan besar terdampak jeda ini adalah laga dengan jadwal kick-off hari Sabtu pukul 17.30 dan Minggu pukul 16.30 waktu setempat.
Kapten tim bersama perangkat pertandingan akan menyepakati waktu jeda yang natural saat bola mati untuk momen berbuka puasa para pemain maupun ofisial.
Diskusi pra-pertandingan akan dilakukan oleh kedua tim untuk menentukan apakah jeda diperlukan serta menyepakati perkiraan waktu penghentian laga.
Pihak liga menegaskan bahwa jeda singkat ini murni untuk ibadah dan tidak boleh disalahgunakan sebagai tactical time-out atau istirahat minum bagi seluruh tim.
Wasit tidak akan menghentikan laga saat bola sedang aktif bergulir, melainkan menunggu momen bola mati seperti tendangan gawang, tendangan bebas, atau lemparan ke dalam.
Baca Juga: 2 Pemain St Kitts and Nevis Jebolan Premier League, Timnas Indonesia Harus Waspada
Tradisi toleransi yang sangat baik ini sebenarnya sudah dimulai sejak kesepakatan awal diterapkan pada tahun 2021 lalu.
Momen bersejarah jeda berbuka puasa pertama kali terjadi pada laga Leicester City kontra Crystal Palace bulan April 2021 demi memfasilitasi Wesley Fofana dan Cheikhou Kouyate.
Sejumlah bintang Muslim di Premier League seperti Mohamed Salah, William Saliba, Rayan Ait-Nouri, hingga Amad Diallo akan sangat terbantu dengan regulasi suportif ini.
"Di Premier League Anda bebas melakukan apa pun yang sesuai dengan Anda, mereka tidak akan pernah melakukan apa pun yang bertentangan dengan keyakinan Anda dan ini luar biasa," ujar mantan pemain Everton, Abdoulaye Doucoure.
Doucoure juga menceritakan bahwa koki tim bahkan menyiapkan makanan halal khusus dan menyesuaikan waktu makan bagi pemain yang berpuasa saat laga tandang.
Mantan bintang Liverpool, Sadio Mane, sebelumnya juga pernah mengungkapkan bahwa klub bersedia mengubah jadwal latihan demi mendukung ibadah pemain Muslim mereka.