- Hansi Flick menolak mengeluhkan keputusan wasit terkait dugaan pelanggaran pada gol kemenangan Girona dan memilih mengkritik buruknya pertahanan Barcelona.
- Barcelona menelan kekalahan 1-2 dari Girona yang membuat posisi mereka tergusur oleh Real Madrid dari puncak klasemen La Liga.
- Flick mengakui para pemainnya kelelahan setelah pekan yang berat dan memberikan waktu libur dua hari untuk pemulihan fisik dan mental.
Suara.com - Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menolak menjadikan kontroversi wasit sebagai kambing hitam atas kekalahan mengejutkan tim Girona.
Juru taktik asal Jerman itu lebih memilih melontarkan kritik tajam terhadap lini pertahanan Blaugrana yang dinilai tampil sangat buruk di Estadio Montilivi.
Kekalahan 1-2 pada Senin malam tersebut membuat Barcelona harus rela turun ke peringkat kedua klasemen La Liga, tertinggal dua poin dari Real Madrid.
Drama terjadi pada menit ke-86 ketika Fran Beltrán mencetak gol kemenangan bagi tuan rumah Girona yang memicu protes dari para pemain Barca.
Kubu Barcelona merasa ada pelanggaran yang dilakukan Claudio Echeverri terhadap Jules Kounde dalam proses terjadinya gol tersebut.
Namun, Hansi Flick enggan memperpanjang mengenai keputusan wasit yang mengesahkan kemenangan gol lawan.
“Semua orang melihat situasinya sebelum gol kedua, tapi Girona pantas [menang],” ujar Flick mengakui keunggulan lawan.
Eks pelatih Bayern Munchen justru menyoroti betapa rapuhnya organisasi pertahanan, terutama saat menghadapi serangan balik.
“Kami bertahan sangat buruk, terutama di masa transisi, kami terlalu terbuka, lini tengah kami tidak berada di posisi yang tepat,” tegasnya mengkritik tim strategis.
Bagi Flick, mengeluh soal wasit tidak berguna ketika krunya sendiri gagal menunjukkan kinerja terbaik di atas lapangan.
“[Tentu saja pelanggarannya] jelas, tapi memang seperti itu. Bagi saya, saya mungkin akan berbicara lebih banyak tentang itu jika kami bermain bagus, tapi kami tidak bermain bagus,” tambahnya.
Sikap Flick ini cukup menarik mengingat Barcelona baru saja mengirimkan keluhan resmi kepada Komite Wasit (CTA) terkait inkonsistensi keputusan pengadil lapangan beberapa hari sebelumnya.
Namun kali ini, Flick menegaskan bahwa menjadikan wasit sebagai alasan hanyalah bentuk pembelaan diri yang tidak produktif.
"Sepertinya alasan, mengeluh. Saya tidak mau itu. Kami harus bermain lebih baik. Kami harus kembali ke level ini," kata Flick.
Ia bahkan sempat berseloroh bahwa kinerja wasit yang mungkin kurang baik di laga itu sejalan dengan kinerja buruk anak asuhnya.