-
Barcelona kalah 1-2 dari Girona akibat pertahanan buruk saat transisi serangan balik lawan.
-
Hansi Flick mengakui skuatnya bermain jelek dan gagal memanfaatkan dominasi penguasaan bola tinggi.
-
Hasil ini membuat Barcelona gagal menggeser Real Madrid dari puncak klasemen Liga Spanyol.
"Kami bermain jelek. Sekarang kami harus berjuang untuk memperbaiki keadaan. Dalam beberapa pekan ke depan kami akan kembali dengan mentalitas berbeda dan level yang lebih tinggi," tutur Flick.
Pelatih asal Jerman tersebut menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk mencari alasan atas hasil minor.
Ia sangat menyayangkan hasil ini karena sebelumnya berharap bisa bangkit dari keterpurukan kompetisi lain.
Kekalahan telak 0-4 dari Atletico Madrid di semifinal Piala Raja ternyata masih membekas kuat.
Laga melawan Girona seharusnya menjadi momentum penebusan dosa bagi Lamine Yamal dan rekan-rekannya.
"Kami tidak dalam kondisi yang baik saat ini. Kami sedang berada dalam periode yang sulit," kata Flick.
Terdapat sedikit insiden saat gol kedua Girona lahir, di mana kaki Jules Kounde tampak diinjak.
Meski VAR meninjau proses tersebut, wasit tetap memutuskan bahwa gol yang tercipta adalah sah.
Merespons keputusan pengadil lapangan yang kontroversial itu, Flick memilih bersikap profesional dan tetap tenang.
"Tidak ada alasan. Kami harus bermain lebih baik," kata juru taktik asal Jerman itu.
Kegagalan ini membuat Barcelona harus puas tertahan di peringkat kedua klasemen sementara Liga Spanyol.
Mereka mengoleksi 58 poin dari 24 laga dan kini tertinggal dua poin dari Real Madrid.
Kesempatan untuk mengudeta posisi puncak pun hilang begitu saja akibat performa yang tidak konsisten.
Bagi Girona, tambahan tiga angka ini membawa mereka naik ke posisi 12 dengan 29 poin.
Kemenangan ini sekaligus mengakhiri tren negatif Girona yang gagal menang dalam tiga laga terakhirnya.