- Striker Jens Petter Hauge membobol gawang Inter Milan dua kali, mendepak mereka dari Liga Champions dengan agregat 5-2.
- Gaji bulanan Hauge di Bodo/Glimt sekitar 7100–8200 Euro, tergolong lebih rendah dari rata-rata pemain Liga Indonesia.
- Pemain kelahiran 1999 itu kembali ke Bodo/Glimt pada Januari 2024 setelah sebelumnya sempat bermain di AC Milan.
Suara.com - Striker Bodo/Glimt Jens Petter Hauge jadi momok bagi raksasa Serie A Italia, Inter Milan. Winger 26 tahun ini sukses merobek gawang Inter di dua leg pertandingan knock out Liga Champions.
Pada laga leg kedua dinihari tadi, Hauge kembali membobol gawang Inter Milan. Bodo/Glimt sukses mendepak Inter dari Liga Champions setelah meraih kemenangan 2-1 di Giuseppe Meazza.
Bodo/Glimt meraih kemenangan agregat 5-2 atas wakil Serie A itu setelah di pertemuan pertama meraih kemenangan 3-1.
Nah menariknya, gaji Hauge ternyata di bawah rata-rata pemain dari Liga Indonesia.
Dikutip dari data Capology, gaji eks pemain AC Milan itu per bulan di Bodo/Glimt hanya berkisar di angka 7100 sampai 8200 Euro atau setara Rp140 juta.
Gaji Hauge di musim ini tercatat jadi yang tertinggi dari seluruh penain Bodo/Glimt.
![Jens Petter Hauge jadi momok bagi raksasa Serie A Inter Milan. Winger 26 tahun ini sukses merobek gawang Inter di dua leg pertandingan knock out Liga Champions [Instagram Bodo/Glimt]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/25/50892-jens-petter-hauge.jpg)
Jika dibandingkan, gaji Hauge ini di bawah rata-rata pemain di Liga Indonesia.
Sebagai perbandingan, gaji Thijmen Goppel di Bali United menyentuh angka 700 ribu euro atau setara Rp12,17 miliar.
Jordi Amat di Persija Jakarta mengantongi gaji mencapai 650 ribu Euro atau Rp11,30 miliar.
Gaji Hauge bahkan hanya 14 persen dari gaji eks PSG, Layvin Kurzawa yang baru direkrut Persib. Kurzawa diperkirakan mengantongi gaji sekitar Rp980 juta sampai 1 miliar.
Lahir di Bodo, Nordland, 12 Oktober 1999, Hauge meniti karier sejak akademi Bodo/Glimt. Ia menandatangani kontrak profesional pertamanya pada April 2016.
Sehari setelah kontrak diteken, Hauge langsung mencuri panggung.
Masuk sebagai pemain pengganti di ajang Piala Norwegia, ia mencetak hattrick dalam kemenangan 6-0. Debut yang nyaris sempurna untuk pemain muda 16 tahun saat itu.
Meski sempat merasakan pahitnya degradasi pada musim 2016, Hauge perlahan menjelma menjadi tulang punggung tim.
Pada musim berikutnya, ia membantu Bodo/Glimt menjuarai divisi dua dan promosi kembali ke Eliteserien.