- UEFA menolak banding Benfica mengenai sanksi larangan bermain satu laga untuk Gianluca Prestianni.
- Prestianni dipastikan absen saat Benfica menghadapi Real Madrid pada leg kedua di Santiago Bernabeu.
- Sanksi tersebut diberikan setelah adanya dugaan pelecehan rasial terhadap Vinicius Junior dalam leg pertama.
Suara.com - Kabar buruk datang bagi Benfica jelang leg kedua babak play-off fase gugur Liga Champions 2025/2026.
UEFA resmi menolak banding yang diajukan klub Portugal tersebut terkait sanksi terhadap winger muda mereka, Gianluca Prestianni.
Dengan keputusan ini, Prestianni dipastikan absen saat Benfica bertandang ke markas Real Madrid, Stadion Santiago Bernabeu dinihari nanti.
Prestianni sebelumnya dijatuhi sanksi sementara yakni larangan bermain satu pertandingan setelah Vinicius Junior melaporkan dugaan pelecehan rasial dalam leg pertama di Lisbon.
Pada laga tersebut, Real Madrid menang 1-0 dan membawa keunggulan agregat ke Spanyol.
Pertandingan sempat dihentikan sekitar 10 menit setelah Vinicius menyampaikan laporan kepada wasit Francois Letexier terkait dugaan ucapan diskriminatif.
![Sanksi Sementara UEFA Bikin Gianluca Prestianni Tersingkir, Benfica Langsung Banding. [Dok. IG Gianluca Prestianni]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/24/13856-gianluca-prestianni.jpg)
UEFA menjelaskan bahwa larangan bermain diberikan berdasarkan temuan awal yang dinilai cukup untuk memberikan sanksi sementara.
Benfica sebenarnya telah mengajukan banding dan berharap sanksi tersebut bisa dicabut sebelum leg kedua digelar.
Bahkan, Prestianni tetap ikut sesi latihan resmi di Bernabeu pada Selasa waktu setempat, sebagai bentuk kesiapan jika banding dikabulkan.
Baca Juga: Bawa Bodo/Glimt Kalahkan Inter, Gaji Jens Petter Hauge di Bawah Rata-rata Gaji Pemain Liga 1
Namun, Badan Banding UEFA menolak permohonan tersebut. Artinya, Prestianni tetap dalam status skorsing sementara dan tidak bisa tampil dalam laga krusial kontra Real Madrid.
Pihak Benfica sebelumnya juga mengakui bahwa peluang banding mereka dikabulkan sebelum pertandingan sangat kecil.
Prestianni telah membantah tuduhan melakukan pelecehan rasial terhadap Vinicius. Namun proses disipliner tetap berjalan di bawah pengawasan inspektur etika dan disiplin UEFA.
Kontributor: M.Faqih