- Kevin Diks menghadapi periode sulit bersama Borussia Monchengladbach yang belum meraih kemenangan dalam tujuh laga terakhir di Liga Jerman.
- Secara individu Diks merasa puas dengan menit bermainnya, namun ia menuntut konsistensi tim untuk segera bangkit dari rentetan hasil buruk.
- Laga sisa di liga domestik menjadi modal penting bagi Kevin Diks sebelum terbang ke Jakarta untuk memperkuat Timnas Indonesia di FIFA Series 2026.
Suara.com - Bek andalan Timnas Indonesia, Kevin Diks, membagikan ceritanya mengenai periode sulit yang tengah ia hadapi bersama klubnya saat ini, Borussia Monchengladbach.
Situasi kurang menguntungkan di Liga Jerman alias Bundesliga tersebut harus dilewati sang pemain bertahan tepat sebelum dirinya bertugas kembali membela Timnas Indonesia.
Tenaga Kevin Diks memang sangat diproyeksikan oleh pelatih John Herdman untuk memperkuat barisan belakang pada ajang FIFA Series 2026 bulan Maret mendatang.
Saat ini, Borussia Monchengladbach sedang terseok-seok dan terjebak di papan bawah klasemen sementara kompetisi kasta tertinggi sepak bola Jerman.
Dari total 23 pertandingan yang sudah dijalani musim ini, tim berjuluk Die Fohlen itu baru sanggup meraih lima kemenangan dan tujuh hasil imbang.
Sisanya berakhir dengan 11 kekalahan yang membuat mereka harus puas tertahan di peringkat ke-14 klasemen.
Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena perolehan poin mereka terpaut sangat tipis dengan tim-tim di zona degradasi seperti Heidenheim, Werder Bremen, dan FC St. Pauli.
Apalagi, Borussia Monchengladbach juga tercatat belum pernah merasakan satu pun kemenangan dalam tujuh laga terakhir mereka secara beruntun.
Kevin Diks tidak menampik bahwa perjalanannya bersama klub barunya tersebut memang tidak berjalan semulus yang ia harapkan pada awal musim.
Baca Juga: Dulu Ditunggu-tunggu, Waktunya Ucapkan Selamat Tinggal ke Ole Romeny?
"Bisa dibilang, musim ini berliku-liku. Kami tidak memulai musim dengan baik, lalu kami mengalami periode yang sangat kuat. Saat ini, hasil positif kembali mengering," kata Diks di laman resmi klub.
Pemain yang berposisi sebagai bek sayap kanan ini sebenarnya mendapatkan kepercayaan besar dari tim pelatih dalam bentuk menit bermain yang melimpah.
"Secara pribadi, ini musim yang cukup baik karena saya mendapatkan banyak menit bermain," ujarnya menjelaskan pencapaian individunya.
Namun, ia merasa hal tersebut tidak ada artinya jika secara kolektif tim gagal meraih hasil maksimal.
"Tetapi sebagai tim, kami tidak mendapatkan hasil yang kami butuhkan saat ini," tambahnya mengekspresikan kekecewaannya.
Akhir pekan ini, Borussia Monchengladbach dijadwalkan akan menjamu Union Berlin di Stadion Borussia Park pada Sabtu (28/2/2026).
Laga krusial melawan Union Berlin ini ingin dijadikan sebagai momentum kebangkitan bagi skuad tuan rumah untuk menjauh dari zona merah.
Menurut Diks, kunci utama untuk keluar dari tren negatif ini adalah menjaga fokus dan menjalankan skema pelatih dengan rapi.
"Konsistensi adalah kuncinya. Kita harus melakukan segala sesuatunya dengan benar dan mengeksekusinya dengan rapi, minggu demi minggu, jika kami ingin membalikkan keadaan," ucap Diks.
Ia pun menaruh keyakinan penuh bahwa skuadnya memiliki kualitas dan mentalitas untuk segera membalikkan keadaan di sisa kompetisi musim ini.
"Saya yakin kita bisa melakukannya, tetapi tentu saja itu perlu terjadi secepat mungkin. Pada saat yang sama, kita tidak bisa mulai mempertanyakan semuanya," tutup Diks.
Pertandingan kompetitif di Bundesliga pada akhir Februari hingga awal Maret ini akan menjadi modal penting bagi Diks untuk memanaskan mesin.
Pengalaman bertarung di level elit Eropa tentu sangat dibutuhkan saat ia kembali berseragam Garuda di bawah arahan pelatih John Herdman nanti.