PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 24 Februari 2026 | 10:54 WIB
PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). (Tom Fisk/Pexels)

Suara.com - Program pembangunan 100 GW Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) tak sekadar proyek energi. Skema ambisius ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 1,4 juta tenaga kerja hijau baru, menjadikannya salah satu peluang penciptaan green jobs terbesar dalam sejarah transisi energi Indonesia.

Rencana ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto pada pertengahan 2025 untuk mempercepat pembangunan energi surya nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada PLTD yang mahal dan tinggi emisi.

Selain mendorong kemandirian energi, proyek ini juga diarahkan untuk mendukung pengembangan PLTS skala desa guna menopang koperasi, UMKM, hingga rantai pendingin lokal.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam peluncuran laporan bertajuk Solar Archipelago: Delivering 100 GW Solar PV Program in Indonesia pada Senin (23/02/2026). Laporan ini menekankan bahwa transformasi energi tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Analis Energi Terbarukan dan Penyimpanan Energi dari Institute for Essential Services Reform (IESR), Afriza Ni’matus Sa’adah, menyebut potensi serapan tenaga kerja dalam program ini sangat signifikan.

“Proyek ini sebetulnya memiliki dampak yang sangat signifikan untuk tenaga kerja di Indonesia, di mana pada masa awal untuk pengimplementasian program 100GW ini diproyeksikan akan tercipta lapangan pekerjaan baru sebesar 1,4 juta atau setara dengan 118 ribu green job baru,” ujarnya.

Studi IESR juga menunjukkan bahwa PLTS terdesentralisasi, seperti skala desa dan komunitas, mampu menciptakan lapangan kerja enam kali lebih banyak dibandingkan PLTS skala besar (utility-scale). Tingginya kebutuhan logistik, instalasi di wilayah terpencil, serta operasi dan pemeliharaan jangka panjang berbasis komunitas menjadi faktor pendorong utama.

Mengatasi Mismatch dan Tantangan Sumber Daya Manusia

Fabby Tumiwa saat memberikan sambutan (Dokumentasi Pribadi/Vicka Rumanti)
Fabby Tumiwa saat memberikan sambutan (Dokumentasi Pribadi/Vicka Rumanti)

Meskipun potensinya sangat besar, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa masih ada tantangan struktural, yakni ketidaksesuaian lokasi (mismatch). Sebagian besar desa yang menjadi prioritas elektrifikasi berada di Indonesia bagian Timur, sementara pusat pendidikan dan Balai Latihan Kerja (BLK) masih terkonsentrasi di Jawa dan Sumatra.

Chief Executive Officer IESR, Fabby Tumiwa menekankan bahwa ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang terampil di lokasi proyek adalah kunci. Dari sini kemudian diusulkan Great Skill Compact, yakni program pelatihan masif yang tersertifikasi bagi anak muda di 34 provinsi. Kerja sama antara universitas, BLK milik pemerintah daerah, dan standar kompetensi yang sudah ada harus segera dijalankan secara luas. Hal ini memiliki tujuan yang jelas, yaitu pemerataan kualitas SDM agar proyek nasional tidak hanya mengandalkan tenaga kerja dari pusat.

“Kita tidak ingin bahwa instalasi PLTS di Papua itu mendatangkan tenaga kerja dari Jawa. Kita ingin putra putri dari Papua itulah yang memasang PLTS mereka dengan bangga. Dan cara ini yang kami lihat bisa mengatasi kesenjangan tenaga kerja,” tegas Fabby.

Menuju Kemandirian Energi

Untuk menutup celah tersebut, tenaga kerja harus bersifat terdesentralisasi dan terintegrasi langsung dengan lokasi proyek. Afriza menekankan bahwa program 100GW ini pada akhirnya bukan sekadar ambisi di atas kertas, melainkan transformasi sistem energi nasional menuju kedaulatan dan kemandirian energi.

“Kini yang diperlukan adalah konsolidasi kebijakan, kepemimpinan kolektif, serta implementasi untuk menerjemahkan visi PLTS 100 GW ke dalam prioritas,” jelasnya menutup pemaparan.

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya ke Fresh Graduate: Jangan Khawatir Lapangan Kerja, Ekonomi Sehat hingga 2033

Purbaya ke Fresh Graduate: Jangan Khawatir Lapangan Kerja, Ekonomi Sehat hingga 2033

Bisnis | Selasa, 17 Februari 2026 | 11:26 WIB

Sentil Banyak Lulusan S3 Jadi Driver Ojol, Rocky Gerung: Negara Dikuasai 'Dealer' Bukan 'Leader'!

Sentil Banyak Lulusan S3 Jadi Driver Ojol, Rocky Gerung: Negara Dikuasai 'Dealer' Bukan 'Leader'!

News | Senin, 16 Februari 2026 | 21:30 WIB

Pabrik Alas Kaki di Jombang Pakai PLTS, Kapasitas Tembus 3,7 MWp

Pabrik Alas Kaki di Jombang Pakai PLTS, Kapasitas Tembus 3,7 MWp

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 19:16 WIB

Terkini

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:57 WIB

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:45 WIB

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:07 WIB

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:49 WIB

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:24 WIB

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:10 WIB

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:42 WIB

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:41 WIB

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:29 WIB