- LOSC Lille lolos ke 16 besar Europa League setelah menang 2-0 atas Red Star Belgrade di Serbia.
- Pelatih Bruno Genesio bereaksi keras terhadap kritik performa timnya yang dianggap memalukan sepak bola Prancis sebelumnya.
- Genesio menyatakan lebih memilih calon lawan Aston Villa daripada Olympique Lyonnais di babak selanjutnya demi peluang Prancis.
Suara.com - Pelatih LOSC Lille, Bruno Genesio, meluapkan emosinya usai timnya memastikan tiket 16 besar UEFA Europa League.
Lille sukses membalikkan keadaan dengan kemenangan 2-0 atas Red Star Belgrade di Serbia, setelah sebelumnya kalah 0-1 di kandang pada leg pertama.
Pada laga dinihari tadi, pemain Timnas Indonesia, Calvin Verdonk baru masuk di masa injury time.
Sepekan lalu, Lille tampil buruk di kandang sendiri dan menuai kritik tajam. Bahkan ada yang menyebut performa mereka memalukan sepak bola Prancis.
Namun di leg kedua, Les Dogues menunjukkan mentalitas berbeda. Bermain hingga babak tambahan waktu, Lille mencetak dua gol tanpa balas dan memastikan agregat berbalik.
Usai laga, Genesio tak menahan diri dalam memberikan respons terhadap kritik yang sebelumnya diarahkan ke timnya.
“Beberapa orang bilang kami mempermalukan sepak bola Prancis setelah leg pertama. Mungkin itu terlalu berlebihan. Saya harap malam ini mereka akan bilang kami telah mengembalikan sedikit kebanggaan,” tegasnya seperti dilansir dari footmercato.
Ia juga memuji kontribusi para pemain pengganti yang dinilai menjadi kunci kebangkitan, termasuk Nathan Ngoy yang mencetak gol kedua.
Di babak 16 besar, Lille berpotensi menghadapi Aston Villa atau Olympique Lyonnais.
Baca Juga: Mampukah Calvin Verdonk Bawa Lille Comeback atas Red Star Belgrade?
Menariknya, Genesio memiliki kedekatan emosional dengan Lyon, klub yang pernah ia latih.
Namun ia mengisyaratkan lebih memilih Aston Villa demi membuka peluang dua wakil Prancis melaju ke perempat final.
“Jika ingin dua tim Prancis berpeluang ke perempat final, mungkin lebih baik kami menghadapi Aston Villa, meski itu akan sangat sulit,” ujarnya.
Kontributor: M.Faqih