- Persaingan kiper utama Persija memanas, mengancam posisi Andritany Ardhiyasa meskipun ia baru kembali jadi pilihan utama.
- Andritany mengakui kesalahannya dalam dua gol saat Persija menang 3-2 melawan Malut United pada 24 Februari 2026.
- Cyrus Margono, kiper muda dengan pengalaman Eropa, siap menggantikan Andritany sebagai investasi jangka panjang klub.
Suara.com - Persaingan posisi penjaga gawang Persija Jakarta kian memanas. Andritany Ardhiyasa tak bisa lagi bersantai jika ingin mempertahankan statusnya sebagai kiper utama Macan Kemayoran di Super League 2025/2026.
Andritany kembali menjadi pilihan pertama sejak putaran kedua musim ini. Ia naik ke posisi utama setelah Carlos Eduardo didemosi akibat kebijakan transfer klub. Namun, kepercayaan tersebut datang bersama tekanan besar.
Dalam laga kontra Malut United FC, Kamis (24/2/2026), Persija menang 3-2 di Stadion Kie Raha. Meski meraih tiga poin, lini pertahanan Persija terlihat rapuh pada menit-menit akhir.
Persija sempat unggul 2-0 dan 3-1 sebelum ditekan tuan rumah. Gol Ciro Alves dan David Da Silva membuat situasi menjadi genting. Andritany tak mampu mengantisipasi dua gol tersebut dan kemenangan hampir lepas.
Usai pertandingan, kiper berusia 34 tahun itu mengakui perannya dalam dua gol yang bersarang.
“Saya juga mengakui ada bagian kesalahan dari saya,” ujar Andritany di laman resmi klub.
“Sebagai pemain, itu menjadi bahan evaluasi agar ke depan saya bisa tampil lebih baik dan lebih siap dalam situasi apa pun,” lanjutnya.
Pengakuan tersebut menjadi sinyal bahaya. Sedikit penurunan performa bisa membuat posisinya tergeser. Di bangku cadangan, Cyrus Margono siap merebut kesempatan.
Kiper kelahiran Amerika Serikat itu memiliki pengalaman di Eropa bersama Panathinaikos B di Yunani dan FC Dukagjini di Kosovo. Modal tersebut membuatnya bukan sekadar pelapis.
Baca Juga: Jordi Amat Jadi Gelandang Persija, Solusi Cerdas John Herdman Untuk Lini Tengah Timnas Indonesia?
Dengan usia sekitar 10 tahun lebih muda, Cyrus juga diproyeksikan sebagai investasi jangka panjang. Kedatangannya bahkan membuat Carlos Eduardo tersingkir dari skuad pertandingan.
Direktur Persija, Mohamad Prapanca, sebelumnya menegaskan kualitas Cyrus.
“Cyrus adalah kiper muda berkualitas dengan pengalaman internasional serta karakter yang sesuai kebutuhan tim,” ujar Prapanca.
“Kami berharap kehadirannya menambah kekuatan dan kedalaman skuad, serta menjadi bagian penting membangun fondasi tim untuk dua hingga tiga musim ke depan,” tambahnya.
Situasi ini menjadi ujian bagi Andritany. Jika gagal menunjukkan konsistensi dan kepemimpinan di bawah mistar, bukan tak mungkin Cyrus Margono segera mengambil alih posisi utama di Persija.