- Otoritas Liga Iran menghentikan seluruh kompetisi sepak bola karena situasi darurat menyusul serangan militer Sabtu pagi.
- Penghentian mendadak ini membatalkan pertandingan penting Liga Pro seperti Persepolis melawan Zob Ahan dan menunda laga lain.
- Tractor FC meminta AFC menjadwal ulang laga melawan Shabab Al Ahli karena penutupan wilayah udara Iran menghambat keberangkatan tim.
Suara.com - Seluruh pertandingan sepak bola di Iran resmi dihentikan hingga waktu yang belum ditentukan. Keputusan tersebut diambil otoritas Liga Iran menyusul situasi darurat negara tersebut.
Penghentian ini berlaku untuk semua level kompetisi, mulai dari Liga Pro hingga kategori usia dan turnamen lainnya.
Salah satu pertandingan paling dinantikan pekan ini, duel antara Persepolis FC kontra Zob Ahan FC, dipastikan batal digelar.
Laga tersebut sejatinya bigmatch dari pekan ke-23 Liga Pro Iran dan menjadi sorotan karena berpotensi memengaruhi persaingan papan atas klasemen.
Tak hanya itu, pertandingan antara Mes Rafsanjan FC melawan Aluminium Arak FC juga ikut ditangguhkan.
Seperti dilansir dari irna.ir, keputusan ini diambil setelah terjadinya serangan militer AS dan Israel Sabtu pagi waktu setempat.
"Demi menjaga keselamatan seluruh pihak, mulai dari pemain, ofisial, hingga suporter, otoritas liga memutuskan untuk menghentikan seluruh aktivitas pertandingan,"

Belum ada kepastian kapan kompetisi akan kembali dilanjutkan. Pihak liga menyatakan jadwal baru akan diumumkan setelah situasi dinilai kondusif.
Sementara itu, Klub Iran Tractor FC resmi mengirimkan surat kepada Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk meminta perubahan jadwal pertandingan melawan Shabab Al Ahli.
Baca Juga: Aktivis Muhammad Husein Ungkap Tanda-Tanda Perang Sebelum Israel Bombardir Iran
Permintaan ini diajukan setelah tim tidak dapat berangkat ke Dubai akibat penutupan wilayah udara di Iran.
Menurut laporan media Iran Varzesh3, rombongan Tractor sebenarnya sudah dijadwalkan terbang menggunakan penerbangan khusus menuju Dubai, Uni Emirat Arab.
Namun rencana tersebut gagal terlaksana karena bandara di wilayah Tabriz tidak dapat digunakan setelah penutupan ruang udara.
Situasi yang berkembang membuat perjalanan udara tim Tractor tidak memungkinkan. Akibatnya, skuad yang seharusnya bertolak menuju Dubai terpaksa tetap berada di Tabriz.
Padahal, pertandingan melawan Shabab Al Ahli sudah dijadwalkan berlangsung Selasa pekan ini di Stadion Al Maktoum, Dubai.
Melihat kondisi tersebut, manajemen Tractor segera mengambil langkah administratif dengan mengirimkan surat resmi kepada AFC agar pertandingan bisa dijadwal ulang.
Di tengah situasi yang berkembang, beberapa pemain asing Tractor FC dilaporkan telah meninggalkan Iran. Keputusan itu diambil sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi yang sedang terjadi.
Hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari AFC mengenai nasib pertandingan Tractor FC vs Shabab Al Ahli. Jika penundaan disetujui, jadwal baru kemungkinan akan diumumkan dalam waktu dekat.