- Emil Audero mengajak skuad Cremonese tetap berpikir positif dan menghindari drama usai kalah 0-2 dari AC Milan lewat gol-gol yang terjadi di masa injury time.
- Meski kalah, Emil menilai timnya tampil luar biasa selama 90 menit dan semangat tersebut harus dijaga untuk berjuang lolos dari ancaman degradasi di sisa musim.
- Cremonese saat ini tertahan di peringkat 17 klasemen Serie A dengan 24 poin, memiliki poin yang sama dengan pesaing ketat di papan bawah yakni Lecce dan Genoa.
Suara.com - Kiper andalan Timnas Indonesia, Emil Audero Mulyadi, berusaha menjaga mentalitas positif meskipun klubnya, Cremonese, baru saja menelan kekalahan menyakitkan dari raksasa Serie A, AC Milan.
Emil Audero memastikan bahwa mental bertanding rekan setimnya justru semakin matang dan kokoh pasca pertandingan sengit yang berlangsung di Stadion Giovanni Zini, Minggu (1/3/2026).
Dalam laga tersebut, Cremonese sejatinya mampu menahan gempuran Rossoneri dan menjaga gawang tetap perawan selama 90 menit waktu normal berjalan.
Sayangnya, konsentrasi lini pertahanan buyar di masa injury time yang mengakibatkan dua gol telat bersarang ke gawang yang dijaga ketat oleh Emil.
Gol pembuka keunggulan lawan dicetak oleh Strahinja Pavlovic pada menit ke-90, disusul gol penutup dari Rafael Leao pada menit ke-90+4 yang membuyarkan harapan poin tuan rumah.
Menanggapi hasil dramatis tersebut, Emil Audero memilih untuk tidak meratapi nasib dan justru melihat sisi terang dari performa solid timnya sebelum kebobolan.
"Saya pikir pertandingan ini tentang penampilan selama 90 menit sampai keadaan tidak berjalan baik bagi kami," kata Emil Audero dikutip dari laman Cremona Oggi, Senin (2/3/2026).
Mantan penjaga gawang Juventus ini menilai timnya telah memainkan pertandingan yang luar biasa dengan menunjukkan semangat juang tinggi menghadapi tim papan atas.
Emil menekankan bahwa energi positif dan kerja keras yang ditunjukkan selama 90 menit tersebut harus terus dibawa hingga akhir musim demi misi bertahan di kasta tertinggi.
"Semangat ini harus selalu ada mulai sekarang sampai akhir, saya tidak ingin menciptakan drama tetapi lebih memilih berpikir positif," tegas kiper berusia 29 tahun tersebut.
Ia meyakini bahwa perjuangan keras tim dalam beberapa bulan ke depan tidak akan sia-sia jika mereka mampu mempertahankan konsistensi permainan seperti saat melawan Milan.
Kekalahan ini memang membuat posisi Cremonese semakin terjepit di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan koleksi 24 poin.
Perolehan poin tersebut menempatkan mereka dalam situasi kritis karena memiliki jumlah angka yang sama dengan para pesaing di zona merah, yakni Lecce dan Genoa.
"Jika kita mampu mengulangi semangat ini, kita dapat pergi ke mana saja, karena secara sikap dan kualitas, kita melihat beberapa permainan yang luar biasa," ujarnya optimis.
Emil juga memastikan bahwa kondisi ruang ganti Cremonese tetap harmonis di mana setiap pemain saling mendukung untuk bangkit dari keterpurukan.