- Marc Klok, kapten Persib Bandung, tidak terpilih dalam daftar final Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026.
- Pelatih John Herdman mencoret Klok dan 16 pemain lain dari daftar awal yang berjumlah 41 orang.
- Klok kini fokus penuh membawa Persib Bandung meraih gelar juara Super League ketiga secara beruntun.
Suara.com - Marc Klok yang merupakan gelandang berpengalaman sekaligus kapten utama Persib Bandung, dipastikan absen dalam gelaran FIFA Series 2026 mendatang.
Keputusan ini diambil setelah jajaran pelatih Timnas Indonesia melakukan penyaringan ketat dari daftar pemanggilan awal.
Sebelumnya, nama Marc Klok sempat masuk dalam radar pelatih John Herdman yang memanggil 41 pemain untuk menjalani pemusatan latihan.
Namun, saat PSSI merilis daftar final pada Sabtu (21/3/2026), nama pemilik nomor punggung 23 tersebut tidak ada di dalam daftar.
John Herdman memutuskan untuk mencoret 17 nama, termasuk Klok guna merampingkan skuad yang akan bertarung di turnamen antarkonfederasi tersebut.
Meski harus menunda ambisinya berseragam Merah Putih di ajang internasional kali ini, Marc Klok tidak ingin berlarut dalam kekecewaan.
Ia justru memilih untuk langsung menancapkan fokus penuh bersama Persib Bandung.
Misinya jelas yakni membawa Maung Bandung meraih trofi ketiga secara beruntun di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League.
Klok menegaskan bahwa momentum positif yang sedang dibangun oleh tim asuhan Bojan Hodak tidak boleh terganggu.
Baginya, kegagalan menembus tim nasional menjadi momentum untuk mencurahkan seluruh energinya demi kejayaan klub kebanggaan Jawa Barat tersebut.
Tantangan terdekat yang sudah menunggu di depan mata adalah partai tandang ke markas Semen Padang. Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Stadion H. Agus Salim pada awal April 2026 mendatang tersebut dinilai akan menjadi ujian krusial bagi konsistensi Persib.
"Kami menatap laga demi laga, terdekat melawan Semen Padang. Setiap pertandingan adalah final," kata Marc Klok dikutip dari laman resmi Persib.
Ketajaman visi dan mentalitas juara menjadi poin yang terus ditekankan oleh sang kapten.
Mengingat persaingan di papan atas Super League yang semakin sengit, kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal bagi peluang juara.
Selain mentalitas, aspek teknis berupa perolehan poin maksimal menjadi target harga mati di sisa putaran kedua musim ini.