- Wiljan Pluim mengungkap adanya tekanan federasi dan klub di Indonesia agar pemain asing melakukan naturalisasi demi kuota lokal.
- Lebih dari 20 pemain sepak bola di Belanda kini menghadapi kendala administratif akibat kasus kepemilikan paspor ganda tersebut.
- Pluim menolak menjadi WNI demi mempertahankan kewarganegaraan Belanda untuk rencana kepulangannya setelah karier profesionalnya di Indonesia berakhir.
"Itu terasa tidak benar bagi saya. Mendapatkan paspor Indonesia juga tidak banyak gunanya bagi saya," imbuhnya.
Meski mengakui adanya keuntungan finansial dan status sebagai pemain lokal, Pluim tetap teguh dengan keputusannya.
“Di Indonesia, nilai Anda tiba-tiba jauh lebih tinggi dengan paspor. Tapi itu bukan faktor bagi saya. Saya sudah bermain di sana selama beberapa tahun, tidak perlu membuktikan banyak hal lagi, dan karena itu saya tidak akan mengambil risiko itu," ujar Pluim.
“Saya sudah menunjukkannya sebelumnya. Pada akhirnya, itu tidak diperbolehkan. Saya pikir pada akhirnya, itu hanyalah kebijakan toleransi dari federasi Indonesia."
"Saya pikir semuanya terjadi di bawah janji palsu. Seperti: ‘jika Anda tidak membicarakannya, itu tidak akan diperhatikan, tidak ada yang akan membicarakannya lagi, dan Anda bisa melakukan apa pun yang Anda inginkan. Sampai NAC Breda membuat Anda kesal," tutupnya.