- Vinicius Junior mendukung Lamine Yamal yang mengecam nyanyian anti-Muslim dalam laga persahabatan Spanyol melawan Mesir pekan lalu.
- Lamine Yamal menegaskan bahwa tindakan rasisme dan ejekan berbasis agama di stadion tersebut tidak dapat ditoleransi sama sekali.
- Vinicius menyerukan solidaritas pemain untuk melawan diskriminasi agar generasi sepak bola masa depan tidak lagi mengalami perlakuan serupa.
Suara.com - Bintang Real Madrid, Vinicius Junior menyuarakan dukungan kepada Lamine Yamal setelah pemain Barcelona itu mengecam nyanyian bernada anti-Muslim dalam laga internasional antara Spanyol vs Mesir.
Vinicius Jr menegaskan pentingnya solidaritas pemain dalam melawan diskriminasi di dunia sepak bola.
Vinicius menyebut langkah Yamal sebagai tindakan berani yang bisa menginspirasi banyak orang.
“Penting bagi Lamine untuk berbicara. Itu bisa membantu yang lain,” ujarnya seperti dilansir dari Aljazeera.
Vinicius, yang kerap menjadi korban rasisme di Eropa, mengakui isu ini bukan hal baru.
![Giliran Barcelona Diterpa Konflik Internal, Lamine Yamal Kecewa Ditarik Hansi Flick [Instagram Lamine Yamal]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/10/67008-lamine-yamal.jpg)
“Hal seperti ini sering terjadi. Semoga kita bisa terus melawan,” katanya.
Pemain Brasil itu juga menyoroti bahwa kelompok rentan lebih sering menjadi korban diskriminasi.
“Kami punya suara dan pengaruh, tapi banyak orang lain yang lebih menderita. Karena itu, kita harus bersatu,” tegasnya.
Pemain Real Madrid itu menambahkan bahwa perjuangan kolektif dapat membawa perubahan jangka panjang.
“Jika kita terus berjuang bersama, pemain di masa depan tidak perlu mengalami hal seperti ini lagi,” ujarnya.
Insiden chant anti Muslim terjadi saat pertandingan persahabatan antara Spanyol dan Mesir pekan lalu.
Lamine Yamal, yang beragama Islam, menyebut chant dari sebagian suporter sebagai tindakan tidak menghormati dan tidak bisa ditoleransi.
Dalam unggahannya, Yamal menegaskan bahwa penggunaan agama sebagai bahan ejekan mencerminkan ketidaktahuan.
“Menggunakan agama sebagai bahan olokan di stadion menunjukkan bahwa kalian tidak tahu apa-apa dan bersikap rasis,” tulisnya.