- Timnas Malaysia berupaya menaturalisasi Josh Robinson, pemain bek kanan jebolan akademi Arsenal yang kini berkarier di Inggris.
- Pemain keturunan Indonesia, Demiane Agustien, menyatakan ketertarikan membela Timnas Indonesia melalui jalur naturalisasi sejak Februari 2025 lalu.
- Perkembangan karier Demiane Agustien yang kini membela Timnas Belanda U-19 menjadi tantangan bagi proses naturalisasi pihak Indonesia.
Suara.com - Langkah Timnas Malaysia yang aktif mencari pemain keturunan mulai mencuri perhatian.
Terbaru nama Josh Robinson mencuat sebagai kandidat naturalisasi, pemain yang pernah menimba ilmu di akademi Arsenal.
Isu ini pertama kali diangkat oleh media Malaysia, Stadium Astro yang menyebut Robinson berpotensi memperkuat skuad Harimau Malaya.
Saat ini, sang pemain berkarier bersama Kidderminster Harriers di kasta keenam Liga Inggris.
Ia berposisi sebagai bek kanan dan memiliki latar belakang pembinaan dari akademi Arsenal, termasuk pengalaman di level U-18 hingga U-21 pada periode 2021 hingga 2025.
Jika proses naturalisasi tersebut terealisasi, kekuatan Malaysia tentu akan meningkat.
Akan tetapi, peluang serupa sebenarnya juga dimiliki Timnas Indonesia. Salah satu nama yang kini mulai dilirik adalah Demiane Agustien.
Pemain muda ini diketahui memiliki garis keturunan Indonesia dari pihak ibunya.
Menariknya, ia sempat menunjukkan keinginan besar untuk membela skuad Garuda.
“Saya tidak tahu semoga itu bisa terjadi (ke Indonesia). Ketika mungkin saya bisa membela Timnas Indonesia dan bermain untuk Indonesia, itu sangat Indah jika bisa terjadi. Saya sangat menantikan terbang ke Indonesia dan bermain untuk (Timnas Indonesia),” kata Demiane Agustien, dikutip dari YouTube Yussa Nugraha pada Februari 2025.
Saat itu, Agustien masih bermain untuk Derby County U-18. Namun, kariernya berkembang pesat dalam waktu singkat.
Ia kemudian mendapat panggilan ke Timnas Belanda U-18 sebelum akhirnya bergabung dengan Arsenal pada musim panas 2025.
Kini Agustien bahkan telah menjadi bagian penting di level U-19 Belanda. Perkembangan tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia jika ingin mengamankan jasanya melalui jalur naturalisasi.