Eks PSM Bongkar Paspor Gate Pemain Keturunan Indonesia dan Alasan Tolak Jadi WNI

Galih Prasetyo, Adie Prasetyo Nugraha

Kamis, 09 April 2026 | 13:56 WIB
Eks PSM Bongkar Paspor Gate Pemain Keturunan Indonesia dan Alasan Tolak Jadi WNI
Gelandang Wiljan Pluim menunjukkan nomor punggung yang akan ia pakai bersama klub anyarnya Borneo FC. (HO-borneofc.id)
baca 10 detik
  • Wiljan Pluim menjelaskan alasan dirinya menolak naturalisasi menjadi WNI meski sempat didorong oleh klub dan federasi sepak bola Indonesia.
  • Pluim mengkritik adanya kebijakan pembiaran terkait polemik paspor ganda yang melibatkan sejumlah pemain keturunan di kompetisi sepak bola Belanda.
  • Kasus paspor ini memicu kekhawatiran karena ketidakjelasan aturan serta janji-janji yang diberikan kepada pemain terkait kewarganegaraan ganda di masa lalu.

Pluim memahami bahwa status WNI memberi keuntungan besar, termasuk peluang memperkuat tim nasional serta terbebas dari kuota pemain asing di liga.

"Ya. Mereka pada awalnya tentu melakukan itu untuk bisa bermain di tim nasional. Dan dari situ juga menjadi lebih mudah untuk akhirnya pergi ke Indonesia. Sebagai pemain asing, tidak selalu mudah untuk mendapatkan tempat," terang Pluim.

"Sekarang memang sudah lebih banyak, tetapi di masa lalu sebenarnya hanya ada tiga pemain asing yang bisa bermain per klub. Jadi, itu memang cukup menarik bagi para pemain saat itu. Dengan memiliki paspor Indonesia, kamu tentu meningkatkan nilai dirimu. Setidaknya di Indonesia, kamu langsung menjadi jauh lebih bernilai."

"Jadi, bagi sebagian pemain itu mungkin menjadi pilihan. Namun, bagi saya tidak, karena saya sudah bermain beberapa tahun dan tidak banyak lagi yang harus saya buktikan atau untuk meningkatkan nilai saya. Jadi, saya merasa lebih baik tidak mengambilnya dan pada akhirnya kembali," paparnya.

Terkait isu paspoortgate, Pluim mengaku sudah lebih dulu membicarakan potensi masalah ini dengan Anco Jansen sebelum kasusnya mencuat ke publik.

"Saya memang pernah menyinggungnya. Saya juga pernah membicarakannya, kalau tidak salah dengan Anco. Pada akhirnya memang tidak diperbolehkan, tetapi ada pemain yang tetap bermain di sini sekarang," kata Pluim.

"Saya pikir semuanya sedikit banyak merupakan kebijakan pembiaran, juga dari pihak Indonesia, bagaimana hal itu disampaikan. Dari agen yang bersangkutan, yang seperti disebutkan Anco tadi, punya peran besar dalam hal itu."

"Saya pikir semuanya berjalan dengan semacam janji-janji yang tidak sepenuhnya benar, seperti, 'Selama tidak dibicarakan maka tidak akan terlihat, tidak ada yang akan membahasnya, dan kamu bisa terus menjalani kariermu', Sampai akhirnya NAC Breda mulai waspada," ujarnya.

Menurut Pluim, situasi ini tidak sepenuhnya menjadi kesalahan pemain. Ia melihat adanya celah regulasi yang membuat kasus ini berkembang.

baca juga

"Tidak, tetapi saya berpikir bahwa ini terutama terjadi karena federasi Indonesia menerapkan kebijakan pembiaran dan mereka hanya mengatakan bahwa secara normal hal ini tidak diperbolehkan," ucap Pluim.

"Sebagai negara, mereka juga tidak melakukan ini. Namun, dalam situasi ini, dengan target lolos ke Piala Dunia, mereka pada akhirnya mungkin menjanjikan hal-hal yang juga tidak mereka duga akan menimbulkan masalah di kemudian hari."

"Sulit untuk mengatakannya secara pasti, tetapi saya tidak berpikir para pemain benar-benar dijebak," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Format FIFA ASEAN Cup 2026 Dirilis, Peluang Timnas Indonesia Juara Terbuka Lebar

Format FIFA ASEAN Cup 2026 Dirilis, Peluang Timnas Indonesia Juara Terbuka Lebar

Bola | Kamis, 09 April 2026 | 13:50 WIB

Bukan Hanya Malaysia, Timnas Indonesia Juga Bisa Naturalisasi Produk Akademi Arsenal

Bukan Hanya Malaysia, Timnas Indonesia Juga Bisa Naturalisasi Produk Akademi Arsenal

Bola | Kamis, 09 April 2026 | 13:10 WIB

Tanpa Kiper Eropa, Ini 4 Penjaga Gawang Lokal yang Siap Jadi Benteng Timnas Indonesia di Piala AFF

Tanpa Kiper Eropa, Ini 4 Penjaga Gawang Lokal yang Siap Jadi Benteng Timnas Indonesia di Piala AFF

Bola | Kamis, 09 April 2026 | 11:12 WIB

Skandal Paspor Juga Muncul di Belgia, Ragnar Oratmangoen dan Joey Pelupessy Gimana Nasibnya?

Skandal Paspor Juga Muncul di Belgia, Ragnar Oratmangoen dan Joey Pelupessy Gimana Nasibnya?

Your Say | Kamis, 09 April 2026 | 10:34 WIB

Penuh Visi, John Herdman Dorong Transformasi Sistem Pembinaan Usia Dini

Penuh Visi, John Herdman Dorong Transformasi Sistem Pembinaan Usia Dini

Your Say | Kamis, 09 April 2026 | 10:40 WIB

Striker Kelahiran Hawaii Dapat Restu John Herdman, Kapan Bela Timnas Indonesia?

Striker Kelahiran Hawaii Dapat Restu John Herdman, Kapan Bela Timnas Indonesia?

Bola | Kamis, 09 April 2026 | 09:54 WIB

Terkini

Apa Itu Mindfulness? Bukan Memaksa Diri Selalu Berpikir Positif, Ini Penjelasannya

Apa Itu Mindfulness? Bukan Memaksa Diri Selalu Berpikir Positif, Ini Penjelasannya

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 09:55 WIB

Malaysia Khawatir Mahasiswa Terdampak Kabut Asap Indonesia, Kampus Mulai Dipantau

Malaysia Khawatir Mahasiswa Terdampak Kabut Asap Indonesia, Kampus Mulai Dipantau

News | Senin, 14 September 2026 | 09:53 WIB

Mimpi Ekspor ke Swedia Pupus, Gudang Kerajinan Jati di Ngawi Terbakar Hebat

Mimpi Ekspor ke Swedia Pupus, Gudang Kerajinan Jati di Ngawi Terbakar Hebat

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 09:51 WIB

6 Shio Anak Pembawa Hoki dan Rezeki Besar bagi Orang Tua

6 Shio Anak Pembawa Hoki dan Rezeki Besar bagi Orang Tua

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 09:50 WIB

Lille Rebut Puncak Ligue 1, Calvin Verdonk Cuma Jadi Penghangat Bangku Cadangan

Lille Rebut Puncak Ligue 1, Calvin Verdonk Cuma Jadi Penghangat Bangku Cadangan

Bola | Senin, 14 September 2026 | 09:45 WIB

Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya

Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 09:43 WIB

Bulu Kuduk Ivan Mamut Merinding di GBK, 16 Menit Kemudian Jadi Pahlawan Persija

Bulu Kuduk Ivan Mamut Merinding di GBK, 16 Menit Kemudian Jadi Pahlawan Persija

Bola | Senin, 14 September 2026 | 09:40 WIB

5 Shio Paling Cocok Jadi Rekan Bisnis Shio Babi, Mudah Datangkan Cuan

5 Shio Paling Cocok Jadi Rekan Bisnis Shio Babi, Mudah Datangkan Cuan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 09:35 WIB

Ingin Beli Galaxy S26 FE Lebih Hemat? Ini Cara Dapat Potongan Rp500 Ribu

Ingin Beli Galaxy S26 FE Lebih Hemat? Ini Cara Dapat Potongan Rp500 Ribu

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 09:35 WIB

Statistik Jay Idzes Saat Sassuolo Bungkam Juventus Lewat Laga Dramatis

Statistik Jay Idzes Saat Sassuolo Bungkam Juventus Lewat Laga Dramatis

Bola | Senin, 14 September 2026 | 09:34 WIB

×