- Arsenal kalah 1-2 dari Bournemouth di Stadion Emirates pada Sabtu, 11 April 2025 dalam lanjutan Premier League.
- Mikel Arteta mengakui performa buruk timnya menjadi penyebab kekalahan dan menekankan pentingnya respons pemain di laga berikutnya.
- Hasil negatif ini memperkecil jarak Arsenal dengan Manchester City dalam perebutan gelar juara liga musim kompetisi ini.
Suara.com - Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menyebut kekalahan 1-2 dari Bournemouth pada lanjutan Premier League 2025/2026 di Stadion Emirates, London, Sabtu (11/4) malam WIB sebagai pukulan telak bagi timnya.
"Ini sangat mengecewakan, rasanya seperti pukulan telak di wajah. Namun saya katakan kepada para pemain, sekarang yang penting adalah bagaimana kami merespons kekalahan itu," ujar Arteta dikutip dari laman resmi Arsenal, Minggu.
Ia menegaskan, persaingan perebutan gelar masih terbuka. Untuk bisa menjadi juara, Arsenal membutuhkan semangat besar, daya juang tinggi, serta pendekatan yang jelas dalam setiap pertandingan.
Menurut Arteta, seluruh laga yang tersisa kini terasa seperti penentuan hidup dan mati, sehingga tidak ada lagi ruang untuk melakukan kesalahan.
Pelatih asal Spanyol itu juga mengaku kecewa dengan performa timnya saat menghadapi Bournemouth.
"(Pada laga kontra Bournemouth-red) Kami jauh dari level yang seharusnya kami tunjukkan, itu pasti. Hal itu terutama di area-area krusial saat menghadapi tim seperti Bournemouth. Mereka sangat jelas dalam pendekatan mereka," kata Arteta.
Dalam pertandingan tersebut, Arsenal harus menyerah 1-2. Gol tunggal tuan rumah dicetak oleh Viktor Gyokeres pada menit ke-35, sementara dua gol Bournemouth lahir dari Eli Junior Kroupi pada menit ke-17 dan Alex Scott pada menit ke-74.
Hasil ini membuat Arsenal gagal menjauh dari Manchester City yang berada di posisi kedua klasemen sementara.
Saat ini, Arsenal masih memimpin klasemen dengan 70 poin dari 32 pertandingan, unggul sembilan poin dari Manchester City. Namun, City baru memainkan 30 laga, sehingga peluang mereka untuk mengejar bahkan merebut gelar juara masih terbuka lebar.
(Antara)