- Blog Sicilia memprediksi playoff tambahan Piala Dunia 2026 akan diikuti 6 negara (Italia, Denmark, Polandia, Kosovo, Jamaika, Bolivia) tanpa satu pun wakil Asia.
- Keputusan ini merujuk pada Pasal 6.7 regulasi FIFA yang memberikan hak penuh kepada otoritas untuk memilih tim pengganti tanpa terikat asal konfederasi.
- Situasi regulasi dan kualitas kompetitif Eropa ini praktis menutup rapat peluang Timnas Indonesia untuk menggantikan posisi Iran yang terancam mundur.
Suara.com - Ambisi jutaan suporter muda Tanah Air untuk melihat Timnas Indonesia berlaga di playoff Piala Dunia 2026 mendadak mendapat pukulan telak dari ulasan tajam media Italia.
Laporan terbaru dari jurnalisme Eropa ini membongkar realitas pahit bahwa skuad Garuda sama sekali tidak masuk hitungan jika Timnas Iran benar-benar mundur dari turnamen.
Penilaian ini didasarkan pada interpretasi ketat terhadap aturan resmi FIFA yang secara mutlak menghapus jaminan slot pengganti bagi negara dari konfederasi yang sama.
Bantahan Atas Skenario RMC Sport

Isu liar mengenai babak kualifikasi darurat ini awalnya dihembuskan oleh media kenamaan asal Prancis, RMC Sport.
Laporan awal tersebut sempat memberi angin segar karena menyebut adanya skenario pemilihan empat tim gabungan dari zona Eropa (UEFA) dan Asia (AFC).
Namun, analisis yang sangat bertolak belakang justru baru saja dipublikasikan oleh salah satu portal berita ternama asal Italia, yakni Blog Sicilia.
Publikasi tersebut secara blak-blakan mencoret nama pasukan Merah Putih dari daftar kandidat turnamen mini pengganti.
Blog Sicilia memprediksi bahwa turnamen dadakan tersebut akan diikuti oleh enam negara tanpa menyertakan satu pun perwakilan dari Benua Kuning.
Dominasi Eropa dan Regulasi Mutlak
Enam negara yang diprediksi akan saling sikut memperebutkan tiket lungsuran tersebut adalah Timnas Italia, Denmark, Polandia, Kosovo, Jamaika, dan Bolivia.
Peminggiran wakil Asia ini diklaim merujuk pada standar performa serta level kompetitif yang dinilai jauh lebih tinggi di daratan Eropa.
Sementara itu, kehadiran Jamaika dan Bolivia dianggap lebih rasional karena rekam jejak mereka yang mumpuni di jalur playoff antarkonfederasi.
Blog Sicilia juga memperkuat argumen mereka dengan mengutip langsung dokumen regulasi resmi dari otoritas sepak bola dunia.
“Pasal 6.7 regulasi Piala Dunia 2026 menyebutkan jika ada tim yang mundur atau didiskualifikasi, FIFA berhak menentukan penggantinya atas kebijakannya sendiri,” tulis mereka.