Fadly Alberto Tetap Kejar Mimpi Pesepak Bola Profesional Meski Terancam Hukuman Berat Komdis PSSI

Pebriansyah Ariefana, Adie Prasetyo Nugraha

Sabtu, 25 April 2026 | 06:05 WIB
Fadly Alberto Tetap Kejar Mimpi Pesepak Bola Profesional Meski Terancam Hukuman Berat Komdis PSSI
Fadly Alberto (AFC)
baca 10 detik
  • Fadly Alberto terancam hukuman berat PSSI usai lakukan tendangan kungfu di lapangan hijau.

  • Pemain Bhayangkara FC tersebut mengaku terpancing emosi akibat buruknya kepemimpinan wasit pertandingan.

  • Mediasi damai dilakukan manajemen klub meski status Fadly di Timnas Indonesia tetap terancam.

Suara.com - Karier menjanjikan Fadly Alberto Hengga kini berada di ujung tanduk menyusul ancaman sanksi disiplin keras.

Komite Disiplin PSSI tengah membidik tindakan kekerasan winger Bhayangkara FC U-20 tersebut saat berlaga.

Langkah perdamaian telah ditempuh manajemen klub guna mendinginkan suasana panas dengan pihak lawan secara kekeluargaan.

Mediasi kasus tendangan kungfu Bhayangkara FC U-20 vs Dewa United U-20 (dok. Dewa United).
Mediasi kasus tendangan kungfu Bhayangkara FC U-20 vs Dewa United U-20 (dok. Dewa United).

Meski diterjang polemik besar, talenta muda ini menegaskan ambisinya menembus level profesional tidak akan padam.

Statusnya sebagai bagian dari skuad Timnas Indonesia U-20 kini menjadi sorotan tajam publik sepak bola.

"Tentunya yang terjadi sekarang menjadi pengalaman berharga buat saya karena ini juga enggak pernah saya pikirkan bisa sampai begini," ujar Fadly Alberto kepada awak media.

Fadly Alberto Hengga saat memperkuat Timnas Indonesia melawan Zambia di Piala Dunia U-17 2025 (the-afc.com)
Fadly Alberto Hengga saat memperkuat Timnas Indonesia melawan Zambia di Piala Dunia U-17 2025 (the-afc.com)

Benturan fisik yang tidak sportif tersebut pecah saat laga berlangsung di Stadion Citarum akhir pekan lalu.

Aksi berbahaya kepada pemain Dewa United U-20, Rakha Nurkholis, menjadi pemicu utama kemarahan banyak pihak di lapangan.

Fadly menyadari bahwa perbuatannya telah melukai sportivitas dan membahayakan masa depan karier yang ia rintis.

baca juga

Kegigihan untuk bangkit dari keterpurukan mental menjadi fokus utamanya saat menunggu keputusan resmi federasi keluar.

"Kalau untuk cita-cita saya sebagai pemain bola tetap saya terus kejar meskipun banyak rintangan seperti sekarang," ucap Fadly Alberto.

Ia menganggap rentetan peristiwa negatif yang menimpanya saat ini sebagai sebuah ujian berat dalam hidup.

Pemain yang baru menginjak usia 17 tahun ini berjanji akan melipatgandakan kerja keras demi menebus kesalahan.

Manajemen Bhayangkara FC juga terus melakukan pendampingan agar sang pemain tidak kehilangan arah secara psikologis.

Latihan mandiri tetap dijalankan guna menjaga kondisi fisik tetap prima di tengah ketidakpastian status kompetisi.

"Mungkin ini juga musibah buat saya, cobaan, dan saya akan terus bekerja keras sebagaimana saya sampai sekarang," terang pemain berusia 17 tahun tersebut.

Ketegangan di lapangan hijau disebut-sebut meledak karena dorongan kompetisi yang sangat ketat antar tim.

Ambisi mengejar poin penuh membuat kontrol emosi para pemain muda ini mudah goyah selama pertandingan.

Selain faktor internal pemain, kualitas pengadil lapangan juga dituding menjadi sumbu ledak kericuhan yang terjadi.

Kepemimpinan wasit Fero Arsanto dianggap tidak tegas dalam mengambil keputusan krusial di area sensitif.

"Mungkin waktu pertandingan karena tensi tinggi juga, panas karena sama-sama mengejar poin. Cukup... mungkin dari kepemimpinan wasit juga sedikit bermasalah, itu yang menjadikan pemicu dari kita," ungkap Fadly Alberto.

Protes keras sempat dilayangkan para pemain Bhayangkara FC saat gol lawan disahkan dalam posisi kontroversial.

Keputusan tersebut membuat suasana semakin tidak terkendali hingga memicu aksi fisik yang seharusnya tidak ada.

Fadly berkomitmen melakukan evaluasi total terhadap sikap dan perilakunya agar kejadian serupa tidak terulang.

Kini publik menunggu keadilan dari Komdis PSSI untuk menegakkan regulasi tanpa mematikan potensi pemain muda.

"Kita sempat protes dan golnya tetap disahkan. Itu menjadi pemicu kejadian yang tidak diinginkan. Ke depannya saya akan melakukan evaluasi dari diri dan tim," pungkasnya.

Insiden ini bermula dari laga Elite Pro Academy U-20 pada Minggu, 19 April 2026 kemarin.

Aksi tendangan kungfu Fadly Alberto terekam jelas dan menjadi viral di berbagai media sosial.

Perselisihan ini sebelumnya sempat mereda setelah kedua manajemen klub sepakat menyelesaikan masalah secara damai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nasib Fadly Alberto: Antara Ancaman Sanksi Berat dan Mimpi Lanjutkan Karier

Nasib Fadly Alberto: Antara Ancaman Sanksi Berat dan Mimpi Lanjutkan Karier

Bola | Kamis, 23 April 2026 | 13:34 WIB

BRI Super League: Menang 2-1 Atas Bhayangkara FC, Persis Terus Jauhi Zona Merah

BRI Super League: Menang 2-1 Atas Bhayangkara FC, Persis Terus Jauhi Zona Merah

Bola | Rabu, 22 April 2026 | 23:04 WIB

Tendangan Kungfu Fadly Alberto Hengga ke Pemain Dewa UnitedBerujung Damai

Tendangan Kungfu Fadly Alberto Hengga ke Pemain Dewa UnitedBerujung Damai

Bola | Rabu, 22 April 2026 | 22:53 WIB

Terkini

Berawal dari Perubahan Sikap di Sekolah, Aksi Bejat Karyawan Swasta Sodomi Pelajar Terbongkar

Berawal dari Perubahan Sikap di Sekolah, Aksi Bejat Karyawan Swasta Sodomi Pelajar Terbongkar

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:17 WIB

Menkeu Baru Tak Boleh Lagi Bikin Kebijakan Liar yang Sukar Diprediksi Pasar

Menkeu Baru Tak Boleh Lagi Bikin Kebijakan Liar yang Sukar Diprediksi Pasar

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:17 WIB

Apakah Mesin Cuci Inverter Tetap Hemat Listrik jika Digunakan Mencuci Baju Setiap Hari?

Apakah Mesin Cuci Inverter Tetap Hemat Listrik jika Digunakan Mencuci Baju Setiap Hari?

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:15 WIB

Gandeng Toyota dan Pertamina, RI Bangun Pusat Bioetanol Modern di Lampung: Sorgum Jadi Senjata Baru

Gandeng Toyota dan Pertamina, RI Bangun Pusat Bioetanol Modern di Lampung: Sorgum Jadi Senjata Baru

Lampung | Selasa, 15 September 2026 | 11:13 WIB

BBM Langka di Sejumlah Daerah, IESR Soroti Tata Kelola Energi

BBM Langka di Sejumlah Daerah, IESR Soroti Tata Kelola Energi

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:12 WIB

Ini Arti Kedutan Bibir Atas dan Bawah Menurut Primbon Jawa serta Medis

Ini Arti Kedutan Bibir Atas dan Bawah Menurut Primbon Jawa serta Medis

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:11 WIB

Donald Trump: AI Menguasai Dunia dan Memusnahkan Kemanusiaan itu Hoaks!

Donald Trump: AI Menguasai Dunia dan Memusnahkan Kemanusiaan itu Hoaks!

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:10 WIB

Weton yang Bisa Meredam Rabu Pon? Ada 3 Pilihan Menurut Primbon Jawa

Weton yang Bisa Meredam Rabu Pon? Ada 3 Pilihan Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:07 WIB

Sudaryono Ungkap Alasan MBG Ramai Dikritik di Sosmed: Ada Guru hingga LSM

Sudaryono Ungkap Alasan MBG Ramai Dikritik di Sosmed: Ada Guru hingga LSM

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:07 WIB

Mentan Ungkap Penipuan Beras Fortifikasi, Selisih Harga hingga Rp44.000 per Kg

Mentan Ungkap Penipuan Beras Fortifikasi, Selisih Harga hingga Rp44.000 per Kg

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:04 WIB

×