- Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat menghadapi risiko keamanan tinggi akibat ketegangan geopolitik dengan negara peserta seperti Iran.
- Situasi di Meksiko yang rawan kekerasan serta beban layanan kesehatan di Kanada menjadi tantangan logistik bagi penyelenggara turnamen.
- Intelijen Amerika Serikat memperingatkan potensi ancaman teror yang dapat memengaruhi persepsi keamanan internasional selama perhelatan Piala Dunia berlangsung.
Suara.com - Piala Dunia 2026 terancam dibayangi persoalan keamanan serius setelah pakar memperingatkan sentimen anti-Amerika Serikat dan konflik dengan Iran dapat berdampak besar terhadap jalannya turnamen.
Amerika Serikat yang menjadi tuan rumah utama Piala Dunia 2026 saat ini tengah berada dalam ketegangan geopolitik dengan Iran, salah satu tim event empat tahunan ini.
Situasi tersebut dinilai meningkatkan risiko keamanan menjelang kompetisi sepak bola terbesar di dunia itu.
Dylan Evans, Direktur Solusi Keamanan dari International SOS, mengatakan persepsi global terhadap Amerika Serikat kini menjadi faktor penting dalam penilaian risiko perjalanan internasional.
“Sentimen terhadap AS kini menjadi faktor tersendiri. Kombinasi ketegangan geopolitik dan kebijakan domestik menciptakan lingkungan yang lebih sensitif bagi pelancong internasional,” kata Evans kepada City AM.
Evans menilai dampak paling nyata kemungkinan bukan berupa ancaman langsung, melainkan peningkatan pengawasan di perbatasan, sensitivitas wisatawan, serta potensi aksi protes di kota-kota besar tuan rumah.
![Kota Guadalajara, Meksiko, yang dijadwalkan menjadi tuan rumah empat pertandingan Piala Dunia 2026, mendadak dilanda gelombang kekerasan kartel narkoba. [Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/24/35376-ilustrasi-kekerasan-di-meksiko.jpg)
Tak hanya di Amerika Serikat, di Meksiko kekhawatiran meningkat setelah sejumlah pemimpin kartel tewas dalam operasi keamanan, sementara insiden penembakan di situs arkeologi yang menewaskan seorang turis asal Kanada juga jadi sorotan.
Evans menyebut insiden-insiden besar di Meksiko turut memperburuk persepsi risiko meski tidak selalu berdampak langsung pada lokasi pertandingan.
“Persepsi publik bisa berdampak lebih besar daripada risiko aktual dalam pengambilan keputusan perjalanan,” ujarnya.
Sementara itu di Kanada, kapasitas layanan kesehatan menjadi perhatian tersendiri.
Sistem kesehatan publik negara tersebut dinilai bisa terbebani oleh lonjakan wisatawan internasional selama turnamen berlangsung.
Lembaga intelijen Amerika Serikat juga disebut telah memperingatkan adanya peningkatan risiko teror selama Piala Dunia 2026.
Peringatan itu muncul hampir tiga dekade setelah aparat menggagalkan rencana serangan teror pada Piala Dunia 1998 di Prancis yang dikaitkan dengan jaringan yang didukung Osama bin Laden.