-
Pelatih Amir Ghalenoei optimistis Iran mampu lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026.
-
Iran berhasil mengamankan tiket Piala Dunia meski menghadapi kendala logistik dan konflik domestik.
-
Sepak bola diharapkan menjadi alat pemersatu bangsa dan pembawa pesan damai bagi dunia.
Suara.com - Amir Ghalenoei menargetkan pencapaian revolusioner bagi Timnas Iran untuk menembus babak sistem gugur Piala Dunia 2026.
Ekspektasi tinggi ini muncul mengingat Team Melli belum pernah sekalipun melewati fase grup dalam enam partisipasi sebelumnya.
Ghalenoei percaya kekuatan mental dan teknis generasi pemain saat ini mampu mengakhiri catatan negatif di panggung global tersebut.

Keberhasilan Iran mendominasi Asia selama ini dianggap sebagai modal kuat untuk bersaing dengan jajaran elit dunia tahun ini.
Pelatih veteran tersebut menegaskan bahwa para pemain telah bekerja melampaui batas kemampuan mereka selama masa kualifikasi yang berat.
"Kami menghadapi banyak masalah baru-baru ini, tetapi para pemain mencoba yang terbaik dan berkorban. Mereka bekerja sangat keras [melalui kualifikasi] dan banyak berkorban, jadi tugas saya adalah berterima kasih kepada mereka," ujar Ghalenoei dikutip dari laman FIFA.
Kepercayaan diri sang pelatih didukung oleh performa impresif Iran yang menjadi negara ketiga yang memastikan tiket putaran final.
![Intip Kondisi Sepak Bola Israel di Tengah Hujan Rudal Iran: Pemain Asing Ogah Balik [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/06/16/97978-timnas-iran.jpg)
Meski terjepit dalam grup sulit bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru, Iran memiliki tren positif dari serangkaian uji coba.
Kemenangan telak 5-0 atas Kosta Rika baru-baru ini menjadi sinyal bahwa ketajaman lini serang Iran tidak bisa dipandang remeh.
Ghalenoei sangat mengapresiasi daya juang anak asuhnya yang tetap fokus meski kondisi liga domestik sedang terhenti.
"Mereka bisa melakukan sesuatu yang epik di Piala Dunia. Mereka bisa melakukannya, mereka memiliki potensi teknis untuk menjadikan ini Piala Dunia yang patut diingat," tegas Ghalenoei kepada FIFA.
Bagi pria berusia 62 tahun itu, sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan instrumen untuk menyatukan masyarakat yang sedang berkonflik.
Ia melihat sepak bola sebagai proyek global yang mampu mendekatkan antarnegara sebagaimana pengaruh besar Argentina atau Brasil.
Keberhasilan di lapangan hijau diharapkan mampu memberikan sedikit kebahagiaan bagi warga Iran yang berada di dalam maupun luar negeri.
Visi Ghalenoei melampaui taktik pertandingan, yakni menggunakan momentum turnamen ini sebagai pesan perdamaian dunia yang luas.
"Saya sangat bangga dengan tim ini karena banyak alasan, karena kami menghadapi situasi sulit dengan semua masalah dan kekhawatiran, salah satunya adalah tidak bisa menjadi tuan rumah pertandingan, tetapi kami adalah salah satu tim pertama yang lolos ke Piala Dunia," ungkapnya.
Ghalenoei yang telah berkecimpung di sepak bola Iran selama hampir setengah abad memiliki ikatan emosional yang sangat kuat.
Ia enggan timnya hanya bermain bertahan demi hasil akhir, namun menuntut permainan berkualitas yang menghibur para penggemar setianya.
Pengalaman dari edisi-edisi Piala Dunia terdahulu dijadikan pelajaran berharga bagi skuad senior yang ia pimpin saat ini.
Target mereka jelas, yakni tidak ingin lagi pulang lebih awal dan siap bertarung hingga babak-babak akhir turnamen.
"Iran memiliki bakat khusus di mana di masa sulit kami menemukan atau menciptakan solusi. Kami berhasil mencapai level ini meskipun dalam situasi yang sulit. Saat ini, ada dua bulan tersisa hingga Piala Dunia, tetapi kita berada dalam momen yang sangat sulit," tambah Ghalenoei.
Ghalenoei menutup pernyataannya dengan memberikan penghormatan tertinggi kepada para suporter yang tidak pernah berhenti memberikan dukungan moral.
Ia merasa perannya sangat kecil dibandingkan perjuangan kolektif para pemain dan doa dari seluruh rakyat Iran.
Semangat kebersamaan inilah yang akan dibawa ke Amerika Utara sebagai bahan bakar utama untuk menciptakan sejarah baru.
Piala Dunia kali ini bukan sekadar turnamen, melainkan pembuktian identitas dan ketangguhan sebuah bangsa di mata internasional.
"Pandangan saya adalah melalui sepak bola kita dapat membawa kegembiraan bagi keluarga dan masyarakat Iran, baik di dalam maupun di luar negeri. Sepak bola adalah konsep atau proyek yang dapat mendekatkan negara dan bangsa. Itu bisa bersifat nasional atau global, seperti Argentina atau Brasil yang memiliki penggemar di mana-mana," pungkasnya.
Timnas Iran melaju ke Piala Dunia 2026 di bawah bayang-bayang konflik internal dan penangguhan liga domestik. Amir Ghalenoei, yang ditunjuk kembali menjadi pelatih, memikul beban untuk membawa Iran lolos dari fase grup untuk pertama kalinya setelah gagal dalam edisi 1978, 1998, 2006, 2014, 2018, dan 2022.