- Pelatih PSBS Biak, Marian Mihail, menegaskan komitmen profesionalnya untuk tetap memimpin tim meski klub resmi terdegradasi musim ini.
- Mihail membantah rumor pengunduran diri dan memastikan akan menuntaskan sisa laga BRI Super League hingga kontrak berakhir 2027.
- Pihak klub akan fokus mengevaluasi performa pemain dalam tiga pertandingan tersisa sebagai langkah awal restrukturisasi PSBS Biak kedepannya.
Suara.com - Sikap profesional ditunjukkan pelatih PSBS Biak, Marian Mihail di tengah situasi sulit yang dihadapi timnya.
Tim berjuluk Badai Pasifik memang sudah dipastikan turun kasta ke kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia musim depan.
Meski demikian, pelatih asal Rumania itu terus mengapungkan semangat dan percaya PSBS segera bangkit dari keterpurukan.
Dalam rilis yang diterima Suara.com, Jumat (8/5/2026), Mihail meluruskan spekulasi yang liar di media sosial, termasuk menegaskan bakal fight di sisa laga terakhir BRI Super League.
"Dalam beberapa hari terakhir, banyak hal telah disampaikan secara publik mengenai posisi saya, tim, dan situasi yang sedang terjadi di PSBS Biak. Menjelang pertandingan berikutnya, saya merasa penting untuk menyampaikan hal-hal ini secara langsung dan dengan penuh rasa hormat kepada publik, para suporter, dan sepak bola Indonesia," kata dia.
![Laga penuh drama antara PSBS Biak saat menjamu Persebaya Surabaya berakhir imbang tanpa gol dalam lanjutan pekan ke-10 Indonesia Super League, Jumat sore WIB. [Instagram @officialpersebaya]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/10/24/49132-psbs-biak-vs-persebaya.jpg)
Apalagi, kontraknya masih bersama PSBS baru berakhir hingga musim 2027. Tak ada satu niat pun untuk mogok bermain bersama PSBS.
"Pertama-tama, saya ingin memperjelas posisi saya. Saya memiliki kontrak yang sah dengan PSBS Biak hingga akhir musim 2027, dan saya sepenuhnya berniat untuk menghormati serta menjalankan kontrak tersebut secara profesional. Segala berita atau rumor lain yang beredar di media mengenai posisi saya hanyalah asumsi atau spekulasi dan tidak mencerminkan situasi resmi saya,"
"Saya datang ke Klub ini pada saat terjadi penurunan performa dan hasil pertandingan, serta ketika struktur kepelatihan membutuhkan kehadiran pelatih berlisensi UEFA Pro guna memenuhi Regulasi Kompetisi yang berlaku. Sejak kedatangan saya, saya selalu menjalankan tanggung jawab saya dengan profesionalisme, keseriusan, dan komitmen terhadap Klub serta tim,"
"Saya mewarisi skuad yang telah dibentuk sebelum kedatangan saya, termasuk pemain-pemain yang direkrut di bawah staf pelatih sebelumnya, dan saya telah berusaha semaksimal mungkin untuk bekerja dengan struktur dan sumber daya yang tersedia. Namun, gangguan internal yang terus berlangsung, intervensi dari pihak luar, serta permasalahan disiplin yang belum terselesaikan telah secara signifikan memengaruhi lingkungan kerja dan pada akhirnya berdampak terhadap hasil kerja kami di lapangan,"
Marian Mihail mengatakan, degradasi bukanlah akhir dari sebuah klub. Menurutnya, degradasi harus dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki klub dan bertahap bangkit dari keterpurukan.
"Terkait situasi finansial. Kesulitan finansial dalam sepak bola sayangnya bukan
hal yang jarang terjadi, dan saya memahami bahwa klub-klub lain juga menghadapi tantangan sepanjang musim ini,"
Apalagi, PSSI pun mengawasi hal ini bahwa terdapatmekanisme dan jaminan dalam kerangka kompetisi untuk melindungi kewajiban finansial yang masih tertunda terhadap pemain, pelatih, dan staf.
"Untuk alasan tersebut, saya tidak mendukung eskalasi masalah internal ke ranah publik, penolakan untuk bermain, aksi mogok, ataupun tindakan apa pun yang dapat merusak citra Klub, Papua, maupun sepak bola Indonesia secara keseluruhan," ujar Mihail.
"Bahkan dalam situasi yang sulit, kita semua, termasuk pemain, pelatih, staf, danmanajemen, memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik dan integritas klub, serta sepak bola Indonesia,"
Untuk itu, Marian Mihail menegaskan, seluruh pemain fokus menghadapi 3 laga tersisa untuk bisa meraih kemenangan, guna mengobati luka terdegradasi.