-
Persija Jakarta gagal menjamu Persib Bandung di Jakarta akibat tidak mendapat izin kepolisian setempat.
-
Laga pekan ke-32 tersebut resmi dipindahkan ke Stadion Segiri Samarinda tanpa dukungan penuh Jakmania.
-
Pertandingan ini sangat krusial karena menentukan persaingan gelar juara antara Persija, Persib, dan Borneo.
Suara.com - Persija Jakarta dipastikan kehilangan keunggulan psikologis sebagai tuan rumah saat menghadapi laga krusial melawan Persib Bandung.
Duel klasik ini terpaksa bergeser ke Samarinda karena kendala perizinan keamanan yang tidak turun di Jakarta.
Kondisi tersebut memperpanjang catatan kelam Macan Kemayoran yang sudah tujuh tahun tidak pernah menjamu rivalnya di ibu kota.
![Persija kembali kesulitan gunakan GBK saat hadapi Persib. Panpel dorong solusi jangka panjang dengan membangun stadion sendiri agar tak tergantung pihak lain. [Dok. IG Persija Jakarta]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/04/96935-persija-jakarta.jpg)
Status tim musafir ini menjadi pukulan telak bagi skuat asuhan Mauricio Souza yang sedang mengejar gelar juara.
Ketidakhadiran dukungan langsung puluhan ribu Jakmania di tribun diyakini akan mengubah peta kekuatan di lapangan hijau.
Pertandingan pekan ke-32 Super League 2025/2026 ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu (10/5/2026) sore di Stadion Segiri.
Pihak kepolisian tidak memberikan lampu hijau untuk menyelenggarakan pertandingan berisiko tinggi tersebut di wilayah Jakarta.
![cFokus Hadapi Bhayangkara, Persib Bidik Sapu Bersih Lima Laga. [Dok. Suara.com/Rahman]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/30/96413-frans-putros-persib-bandung.jpg)
Pelatih Mauricio Souza secara terbuka mengungkapkan kegusarannya melihat situasi yang merugikan timnya tersebut.
"Tentu saja seharusnya status tuan rumah adalah milik kami dan seharusnya bermain di lapangan sendiri, dengan suporter kami," kata Souza kepada awak media.
"Tentu saja poin-poin itu seharusnya menjadi hal positif bagi kami," tambahnya.
Pelatih asal Brasil tersebut menegaskan bahwa bermain di luar Jakarta menghilangkan marwah pertandingan kandang yang sebenarnya.
Ia menilai absennya atmosfer stadion yang penuh dengan pendukung setia membuat timnya berada di posisi sulit.
Souza tidak ingin berspekulasi apakah perpindahan venue ini secara otomatis memberi angin segar bagi kubu lawan.
"Saya tidak tahu apakah Persib diuntungkan dengan hal ini, tetapi saya tahu kami sama sekali tidak mendapatkan keuntungan," tegas pelatih asal Brasil tersebut.
Baginya, fokus utama saat ini adalah meminimalisir dampak kerugian akibat kehilangan dukungan langsung suporter.