- Persija Jakarta kalah 1-2 dari Persib Bandung di Stadion Segiri pada laga Super League, Minggu (10/5/2026).
- Persija sempat unggul melalui Alaaeddine Ajaraie, namun Persib membalikkan keadaan lewat dua gol dari Adam Alis.
- Hasil pertandingan ini membuat Persija tersingkir dari perebutan gelar juara Super League musim kompetisi tahun 2026.
Suara.com - Persija Jakarta dikalahkan Persib Bandung dalam laga lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026) sore WIB. Meski begitu, pelatih Persija Mauricio Souza masih bilang tim asuhannya lebih baik dari lawannya itu.
Persija mampu unggul lebih dulu di babak pertama lewat aksi Alaaeddine Ajaraie. Setelah menerima umpan Fabio Calonego di dalam kotak penalti, ia dengan cerdik mengecoh bek Persib sebelum melepaskan sepakan kaki kiri yang berbuah gol pada menit ke-20.
Namun, keunggulan tersebut mampu dibalas Persib melalui dua gol Adam Alis pada menit ke-27 dan ke-38.
Sepanjang 45 menit babak kedua, Persija terus menggempur pertahanan lawan. Bukan sekadar untuk menyamakan kedudukan, tetapi juga demi kembali memimpin pertandingan.
Namun, gol yang dinantikan tak kunjung hadir hingga laga berakhir dengan skor 1-2.
Usai pertandingan, Souza mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil yang didapat. Meski begitu, ia tetap menyebut Macan Kemayoran lebih bagus ketimbang Maung Bandung.
“Saya rasa kami jauh, sangat jauh lebih unggul dibandingkan lawan. Saya tidak hanya akan menganalisis hasil pertandingannya di sini, melainkan menganalisis bagaimana jalannya pertandingan," kata Souza usai laga.
"Semua orang bisa melihat sendiri hasil akhirnya, namun tim kami sudah mengincar kemenangan sejak menit pertama," jelasnya.
Kekalahan ini membuat Persija terlempar dari persaingan jadi juara Super League pada musim ini. Sebaliknya, Persib semakin dekat dengan kemungkinan angkat trofi buat ketiga kalinya.
Souza merasa anak asuhannya sudah berusaha memenangi laga dengan tampil sebaik mungkin. Ia tahu percuma memenanti statistik, tapi gagal merebut tiga poin.
"Saya mendasarkan analisis saya pada statistik pertandingan untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Mengenai apa yang terjadi dalam permainan tadi, saya tidak akan mengubah pendapat saya, terlepas dari siapa pun yang berpikir sebaliknya," ucapnya.
"Tentu saja, memiliki statistik yang lebih baik tidak berarti apa-apa jika kita tidak memenangkan pertandingan,” pungkas juru formasi asal Brasil itu.