-
Messi mengakui Argentina tetap favorit juara namun mewaspadai kekuatan tim nasional negara pesaing lainnya.
-
Prancis, Brasil, Spanyol, dan Portugal disebut sebagai ancaman utama bagi ambisi juara Argentina.
-
Nicolas Otamendi siap bermain di laga pembuka melawan Aljazair setelah lepas dari sanksi.
Suara.com - Lionel Messi menegaskan komitmen Argentina untuk mempertahankan takhta juara dunia meski harus menghadapi kepungan tim-tim elit di Piala Dunia 2026.
Sang kapten melihat persaingan menuju podium tertinggi akan jauh lebih berat dibandingkan edisi sebelumnya.
Meskipun status juara bertahan melekat, Messi meminta pendukungnya untuk tetap bersikap realistis melihat peta kekuatan lawan.
![Lionel Messi kembali mencatat sejarah. Dalam laga terakhirnya di kualifikasi Piala Dunia zona Amerika Selatan, sang kapten Argentina menutup dengan gemilang lewat dua gol saat Albiceleste menghajar Venezuela 3-0 di Stadion Mas Monumental, Buenos Aires, Jumat (5/9) pagi WIB.[Dok. IG fifaworldcup]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/09/05/35805-lionel-messi-dan-ketiga-putranya.jpg)
Kehadiran tim-tim dengan komposisi pemain yang lebih matang menjadi perhatian utama bagi bintang Inter Miami tersebut.
Argentina kini fokus mengasah mentalitas juara di tengah tantangan teknis yang sedang menghantam skuad mereka.
Kondisi fisik pemain menjadi perhatian serius bagi tim nasional Argentina dalam menatap kompetisi akbar musim panas ini.
Beberapa pilar penting dilaporkan mengalami masalah kebugaran yang bisa memengaruhi ritme permainan secara kolektif.
![Megabintang Argentina, Lionel Messi mengamuk saat pertandingan lanjutan MLS antara Inter Miami vs Orlando City SC dalam Derby Florida, Minggu (2/3/2026) waktu setempat. [Instagram Inter Miami]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/02/56346-lionel-messi.jpg)
Meski demikian, Messi meyakini kekuatan mental kelompoknya akan menjadi pembeda saat mereka berkumpul di lapangan hijau.
"Sejujurnya, kami datang dengan baik," kata Messi.
"Meskipun ada banyak pemain yang mengalami cedera atau kurang ritme karena satu hal atau lainnya, kenyataannya ketika grup ini bersatu, kami telah menunjukkan bahwa ini adalah grup yang bersaing, yang selalu ingin menang, yang memberikan segalanya untuk mencoba mencapai tujuan. Ini adalah Piala Dunia. Kami tahu Piala Dunia selalu sulit karena tim-tim nasional yang ada di sana."
Messi secara terbuka mengakui bahwa ada beberapa negara yang secara organisasional tampil lebih solid saat ini.
Ia tidak ingin para penggemar hanya terbuai oleh ekspektasi besar tanpa melihat realitas perkembangan sepak bola dunia.
"Anda harus bermimpi seperti orang Argentina yang selalu bermimpi ketika ada kompetisi resmi, Copa América atau Piala Dunia, tetapi juga mengetahui bahwa ada favorit lain di depan kami yang datang lebih baik sebagai grup, sebagai tim nasional. Argentina ini akan selalu pergi untuk bersaing dan memberikan segalanya."
Bagi pemain berusia 39 tahun tersebut, kerendahan hati adalah kunci untuk menghadapi persaingan yang semakin kompetitif.
Argentina akan tetap menunjukkan karakter petarung sebagaimana sejarah panjang mereka di turnamen bergengsi.