-
Manajer Persija Ardhi Tjahjoko siap mundur setelah gagal membawa tim juara Liga Super 2025.
-
Kekalahan dari Persib Bandung menjadi penyebab utama pupusnya harapan juara bagi Macan Kemayoran.
-
Ardhi menyerahkan sepenuhnya keputusan masa depannya kepada pihak manajemen Persija Jakarta.
Suara.com - Manajer Persija Jakarta, Ardhi Tjahjoko, menyampaikan permintaan maaf kepada publik khususnya The Jakmania setelah timnya dipastikan gagal meraih gelar juara Super League 2025/2026. Ia bahkan siap bertanggung jawab dan angkat kaki dari tim.
Ia tahu bersamanya Persija tidak dapat memenuhi target menjadi kampiun. Sebagai manajer ia merasa perlu bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada musim ini.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Ardhi menyampaikan penyesalan sekaligus kesiapan menerima segala keputusan dari manajemen klub.

“Lupakan tahun ini. Saya selaku manajer Persija memohon maaf dan siap bertanggung jawab karena telah gagal untuk memenuhi target menjadi juara di tahun ini,” ujar Ardhi dalam akun Instagramnya, @at90_j455, Selasa (12/5/2026).
“Hormat dan bangga saya kepada perjuangan para pemain, suporter, dan seluruh stakeholder yang telah mendukung tim selama ini dalam mengarungi kompetisi di tahun ini,” jelasnya.
Ardhi kemudian menyerahkan sepenuhnya nasibnya di Persija kepada pihak manajemen. Musim ini menjadi periode keduanya bersama Persija setelah sebelumnya sempat menjabat sebagai manajer pada rentang 2017 hingga 2019.
![Duel Persija Jakarta vs Persib Bandung dalam laga pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026) sore WIB. [Dok. Persib]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/10/34950-duel-persija-jakarta-vs-persib-bandung-thom-haye.jpg)
Ia bahkan siap angkat kaki jika memang sudah tidak lagi dibutuhkan oleh manajemen buat musim depan.
“Selanjutnya, saya siap menerima keputusan dari manajemen apa pun itu bentuknya yang akan diberikan kepada saya,” ungkap Ardhi.
“Keep spirit. Love Persija,” tutup purnawirawan berpangkat Marsda TNI tersebut.
Kegagalan Persija dalam persaingan juara tak lepas dari hasil buruk saat menghadapi Persib pekan lalu. Padahal, Macan Kemayoran sempat tampil menjanjikan pada awal laga.
Persija membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-19 melalui gol Alaeddine Ajaraie setelah menerima umpan matang dari Fabio Colonego.
Namun, Persib mampu bangkit lewat penampilan impresif Adam Alis. Gelandang Maung Bandung itu mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-28 sebelum kembali membobol gawang Persija sembilan menit kemudian untuk memastikan comeback timnya menjadi 2-1.
Hasil itu membuat perolehan poin Persija tidak lagi mampu mengejar Persib yang berada di puncak klasemen maupun Borneo FC Samarinda di posisi kedua. Dengan hanya menyisakan dua pertandingan, selisih poin sudah terlalu jauh untuk dikejar.
Raihan 65 poin yang dimiliki Macan Kemayoran dipastikan aman di posisi 3 karena tidak mungkin lagi disalip Dewa United yang tertinggal 12 angka di peringkat keempat.