-
Gaji Messi naik menjadi Rp444 miliar, memperlebar jurang finansial antar klub di Amerika.
-
Inter Miami memecahkan rekor belanja pemain dengan total pengeluaran mencapai 54,57 juta dolar.
-
Hirving Lozano tetap digaji Rp146 miliar meskipun statusnya dibekukan dan tidak pernah bermain.
Suara.com - Kesenjangan ekonomi di Major League Soccer (MLS) mencapai titik krusial seiring melonjaknya upah tahunan Lionel Messi. Inter Miami kini menjadi kekuatan finansial tunggal yang memicu perdebatan mengenai keadilan kompetisi di liga tersebut.
Gaji pokok Messi mengalami kenaikan signifikan hingga menyentuh angka 28,33 juta dolar AS pada musim kompetisi terbaru. Lonjakan ini jauh melampaui catatan pendapatan tahun sebelumnya yang hanya berada di angka 20,45 juta dolar AS.
Dikutip dari ESPN, angka tersebut belum termasuk pendapatan komersial di luar kontrak lapangan yang diprediksi mencapai 80 juta dolar AS. Fakta ini mengukuhkan dominasi sang megabintang Argentina sebagai atlet dengan bayaran paling tinggi sepanjang sejarah liga.
![Megabintang Argentina, Lionel Messi mengamuk saat pertandingan lanjutan MLS antara Inter Miami vs Orlando City SC dalam Derby Florida, Minggu (2/3/2026) waktu setempat. [Instagram Inter Miami]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/02/56346-lionel-messi.jpg)
Pemilik Inter Miami, Jorge Mas, mengungkapkan bahwa pendapatan total Messi jauh melampaui angka kontrak resminya.
"Total pendapatan Messi berada di antara 70-80 juta dolar per tahun," ujar Jorge Mas dalam keterangannya.
Posisi kedua pemain bergaji tertinggi ditempati oleh penyerang LAFC, Son Heung-min, dengan pendapatan 11,15 juta dolar.
Namun, angka tersebut masih terlihat sangat kecil jika dibandingkan dengan kantong pribadi yang dikantongi oleh Messi.
![Megabintang Argentina, Lionel Messi, sempat dibanting oleh seorang penyusup lapangan hingga terjatuh sebelum akhirnya diamankan petugas keamanan.[Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/27/90850-lionel-messi.jpg)
Ketimpangan Upah dan Gaji Buta Pemain
Rodrigo De Paul mengekor di posisi ketiga dengan jaminan kompensasi sebesar 9,6 juta dolar AS musim ini. Ironisnya, Hirving Lozano menempati urutan keempat dengan gaji 9,33 juta dolar meski tidak pernah dimainkan sama sekali.
Lozano tetap menerima bayaran miliaran rupiah walaupun statusnya dibekukan oleh pihak klub San Diego hingga saat ini. Sementara itu, Miguel Almiron dari Atlanta United menutup daftar lima besar dengan penghasilan sebesar 7,87 juta dolar.
Asosiasi Pemain MLS (MLSPA) secara rutin merilis data ini untuk transparansi finansial kepada publik dua kali setahun. Data terbaru menunjukkan bahwa pengeluaran Inter Miami untuk gaji pemain kini telah mencetak rekor sejarah liga baru.
Inter Miami menghabiskan total 54,57 juta dolar, meningkat 7,7 juta dolar dibandingkan pengeluaran mereka pada tahun lalu. Angka belanja pemain klub milik David Beckham ini bahkan dua kali lipat lebih besar dari mayoritas tim lain.
Sebagai perbandingan, Philadelphia Union hanya menghabiskan 11,70 juta dolar untuk membiayai seluruh skuad mereka dalam satu musim. Jurang pemisah antara klub kaya dan klub hemat ini dikhawatirkan akan merusak integritas kompetitif pertandingan di lapangan.
Ancaman Relokasi dan Masa Depan Liga
Nasib buruk membayangi Vancouver Whitecaps yang saat ini sedang dijual dan terancam pindah lokasi karena masalah finansial. Meskipun pengeluaran mereka mencapai 24,56 juta dolar, ketidakpastian manajemen membuat masa depan klub tersebut kini berada di ujung tanduk.
Di sisi lain, rata-rata pendapatan pemain di seluruh liga sebenarnya mengalami kenaikan moderat sebesar 6,1 persen. Upah rata-rata pemain kini menyentuh 688.816 dolar, namun pertumbuhan upah menengah atau median justru berjalan sangat lambat.
Sebanyak 133 pemain di liga kini berstatus sebagai jutawan dengan pendapatan tahunan minimal satu juta dolar AS. Kondisi ini menunjukkan bahwa kekayaan liga hanya terkonsentrasi pada segelintir pemain bintang sementara sisanya tertinggal jauh.
Saat ini, MLS dan para pemain masih terikat dalam Kesepakatan Tawaran Bersama (CBA) yang ditandatangani tahun 2021. Kesepakatan ini seharusnya berlaku hingga 2027, namun perubahan kalender kompetisi berpotensi memicu negosiasi ulang kontrak tersebut.
Rencana transisi jadwal pertandingan ke format musim panas dan musim semi diprediksi akan mengubah struktur finansial klub. Keberadaan Messi mungkin menguntungkan secara pemasaran, namun biaya yang harus dibayar adalah hilangnya keseimbangan ekonomi liga.
Major League Soccer sedang bertransformasi menjadi liga global sejak kedatangan Lionel Messi ke Florida pada tahun 2023. Namun, pertumbuhan ini dibarengi dengan masalah inflasi gaji yang membuat klub kecil kesulitan bersaing.
Sistem pembatasan gaji (salary cap) yang selama ini menjadi ciri khas olahraga Amerika Serikat mulai dipertanyakan efektivitasnya akibat besarnya kompensasi tambahan yang diterima pemain bintang melalui kesepakatan ekuitas dan sponsor.
