- Pemerintah Amerika Serikat membebaskan kewajiban uang jaminan visa bagi pemegang tiket Piala Dunia 2026 hingga 15 April 2026.
- Kebijakan ini bertujuan mengurangi biaya perjalanan suporter asing yang sebelumnya terbebani aturan uang jaminan visa yang cukup mahal.
- Meskipun biaya jaminan dihapus, seluruh pengunjung tetap wajib menjalani proses pemeriksaan keamanan visa secara normal saat memasuki Amerika Serikat.
Suara.com - Pemerintahan Donald Trump resmi membebaskan kewajiban uang jaminan visa bagi pemegang tiket Piala Dunia 2026.
Kebijakan itu diumumkan setelah muncul kekhawatiran biaya perjalanan menuju Piala Dunia di Amerika Serikat akan semakin mahal.
Sebelumnya, sejumlah wisatawan asing diwajibkan menyetor uang jaminan visa mulai dari 5.000 hingga 15.000 dolar AS atau sekitar Rp81 juta sampai Rp245 juta.
Dana tersebut akan dikembalikan setelah pengunjung meninggalkan wilayah Amerika Serikat.
Kebijakan visa bond itu diterapkan sejak Agustus tahun lalu dan berlaku untuk warga dari 50 negara.
Namun kini, pemerintah AS memastikan aturan tersebut tidak berlaku bagi suporter yang telah membeli tiket Piala Dunia dan terdaftar dalam program FIFA PASS hingga 15 April 2026.
![Presiden China, Xi Jinping, diperkirakan akan menekan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait isu Taiwan dan perang tarif dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di tengah memanasnya perang Iran. [istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/13/76171-donald-trump.jpg)
“Kami tetap berkomitmen menjaga prioritas keamanan nasional Amerika Serikat sambil memfasilitasi perjalanan yang sah untuk turnamen Piala Dunia mendatang,” ujar Asisten Menteri Luar Negeri AS bidang Konsuler, Mora Namdar dilansir dari Al Jazeera.
Pemerintah AS juga sebelumnya telah membebaskan kewajiban visa bond untuk anggota tim peserta seperti pemain, pelatih, dan staf resmi yang memenuhi syarat masuk ke negara tersebut.
Meski demikian, Departemen Luar Negeri AS menegaskan seluruh pengunjung tetap wajib menjalani proses pemeriksaan visa secara normal. Pemeriksaan keamanan tetap dilakukan meskipun biaya jaminan dihapus.
Kebijakan baru ini menjadi perhatian karena Amerika Serikat diperkirakan akan menerima hingga 10 juta pengunjung selama Piala Dunia 2026 berlangsung.
Turnamen akan dimulai pada 11 Juni 2026 dan digelar di kota-kota di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Sejumlah negara peserta Piala Dunia sebelumnya terdampak aturan visa bond tersebut, termasuk Aljazair, Senegal, Pantai Gading, Tunisia, dan Tanjung Verde.
Di sisi lain, kebijakan imigrasi ketat pemerintahan Trump tetap menuai kritik dari kelompok hak asasi manusia.
Mereka menilai aturan perjalanan dan deportasi yang agresif bertentangan dengan janji Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang ingin menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai turnamen paling inklusif dalam sejarah.