- Arsenal resmi menjuarai Premier League setelah penantian 22 tahun menyusul hasil imbang Manchester City kontra Bournemouth.
- Mikel Arteta berhasil membawa trofi ke Emirates Stadium melalui strategi unik serta penguatan kedalaman skuad yang matang.
- Kekompakan tim dan efektivitas situasi bola mati menjadi kunci keberhasilan Arsenal dalam mengamankan gelar juara liga musim ini.
Kebersamaan pemain juga terbangun lewat aktivitas sederhana di sauna pusat latihan hingga turnamen permainan papan Parchis saat Arsenal menjalani laga tandang Liga Champions.
Faktor spiritual turut mempererat hubungan antarpemain, dengan Eberechi Eze memimpin doa bersama sebelum pertandingan.
Selain mentalitas, kekuatan bola mati menjadi senjata mematikan Arsenal musim ini.
The Gunners tercatat mencetak 36 gol dari situasi set-piece, hasil kerja detail pelatih bola mati Nicolas Jover.
Perjalanan menuju gelar juga tidak selalu mulus. Arsenal sempat kehilangan momentum setelah hasil buruk melawan Wolves dan kalah dari Manchester City di Etihad Stadium.
Namun, momen kebangkitan datang ketika Declan Rice menegaskan keyakinan tim di ruang ganti. “Ini belum selesai,” ucap Rice kepada rekan-rekannya usai kekalahan dari City seperti dilansir dari The Sun.
Sejak saat itu, Arsenal tampil lebih matang dan konsisten hingga akhirnya memastikan diri menjadi kampiun Premier League.
Kini, musim bersejarah mereka bahkan berpotensi menjadi lebih sempurna jika mampu menjuarai Liga Champions dengan mengalahkan PSG.