John Herdman Bicara Piala Dunia 2030, Visi Untuk Timnas Indonesia Bikin Kaget

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 20 Mei 2026 | 10:30 WIB
John Herdman Bicara Piala Dunia 2030, Visi Untuk Timnas Indonesia Bikin Kaget
John Herdman (PSSI)
baca 10 detik
  • Pelatih John Herdman memprioritaskan proyek regenerasi pemain muda sebagai fondasi utama menuju Piala Dunia 2030.

  • Timnas Indonesia gencar memantau pemain berusia 15 tahun dari liga domestik hingga diaspora Eropa.

  • Jam terbang internasional menjadi kunci mempercepat kematangan karier talenta muda ke level elite dunia.

Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia John Herdman langsung mengambil langkah berani dengan merombak total sistem pembinaan usia muda demi meloloskan Skuad Garuda ke Piala Dunia 2030. Juru taktik asal Inggris tersebut kini gencar berburu talenta lokal hingga pemain diaspora di Eropa guna memutus ketergantungan pada nama-nama senior.

Langkah radikal ini diambil karena Timnas Indonesia dihadapkan pada kalender kompetisi yang sangat padat dalam beberapa tahun ke depan. Selain persiapan FIFA Matchday dan Piala Asia 2027, muara akhir dari seluruh proyek besar ini adalah menembus panggung dunia.

Herdman optimistis bahwa proses regenerasi yang tepat akan menjadi kunci utama dalam mendongkrak performa Indonesia di peta sepak bola internasional. Mantan pelatih Timnas Kanada ini berkomitmen menerapkan cetak biru kesuksesannya di Amerika Utara untuk diimplementasikan di tanah air.

Menurut Herdman, lonjakan performa pesepak bola muda bisa terjadi dalam waktu singkat jika mereka mendapatkan bimbingan strategis yang terstruktur. Atas dasar itulah, tim kepelatihan nasional kini memberlakukan sistem pemantauan bakat yang super ketat dan dilakukan secara simultan.

Arsitek lapangan hijau berusia 50 tahun tersebut menegaskan bahwa cetak biru pembangunan skuad Indonesia tidak boleh mengabaikan visi jangka panjang. Dirinya sangat mengharamkan cara-cara instan dalam membentuk sebuah tim nasional yang disegani lawan.

“Menurut saya ini generasi yang sangat menarik. Hal terpenting dalam membangun sebuah tim adalah memahami timnas ini ingin dibawa ke mana pada tahun 2030,” kata Herdman via kanal YouTube Antara TV Indonesia.

Pengalaman berharga saat menakhodai Kanada menuju Piala Dunia 2022 menjadi bukti sahih bahwa pemain non-unggulan bisa meledak di kompetisi tertinggi. Herdman teringat saat beberapa nama yang awalnya tidak diperhitungkan justru berhasil menembus klub raksasa Eropa berkat kesabaran sistem pembinaan.

“Tajon Buchanan misalnya, yang sekarang bermain di level top Eropa (Inter Milan), dulu bahkan belum masuk daftar. Jonathan David juga begitu,” ujar Herdman.

Pencarian bakat baru kini tidak lagi berfokus pada pemain yang sudah populer atau kenyang pengalaman di kompetisi domestik. Herdman menginstruksikan departemen teknis untuk memperluas jangkauan radar pemantauan hingga ke akar rumput terdalam.

baca juga

“Kita harus melihat pemain usia 15 tahun,” ucap pelatih berusia 50 tahun tersebut. Ia juga menilai koordinasi dengan direktur teknik sangat penting dalam menentukan arah pengembangan pemain.

Radar perburuan pelatih anyar ini juga langsung tertuju pada bek muda berbakat milik Borneo FC, Alfharezzi Buffon, yang tampil konsisten. Herdman menilai talenta lokal yang potensial wajib diberikan menit bermain internasional sejak dini agar mental bertarungnya cepat terbentuk.

“Pemain seperti itu perlu diberi kesempatan sekarang juga untuk menunjukkan kualitasnya di level lebih tinggi,” tutur Herdman.

Strategi penguatan tim tidak hanya bertumpu pada kompetisi lokal, melainkan juga agresif memantau bakat keturunan Indonesia di berbagai penjuru dunia. Tim pelatih saat ini sudah mengantongi beberapa nama pemain muda potensial yang sedang meniti karier di luar negeri.

“Ada pemain muda di Jerman yang kami pantau. Ada juga dua pemain di Belanda,” kata Herdman. Ia menambahkan pemantauan juga dilakukan di Australia dan Amerika Serikat.

Asosiasi sepak bola domestik terus berupaya menjaga keseimbangan proporsi antara pemain yang merumput di liga lokal dengan para diaspora. Harmonisasi ini sangat krusial dilakukan demi mendongkrak daya saing tim secara keseluruhan di level internasional.

Herdman menjabarkan bahwa Indonesia sangat membutuhkan ketersediaan pemain tier 1 dan tier 2 yang aktif berkompetisi di liga-liga terbaik Eropa. Kehadiran mereka di kompetisi elite dipercaya akan langsung menaikkan standar permainan dan kualitas taktik Skuad Garuda.

Akselerasi kematangan mental dan teknik para pemain muda dinilai hanya bisa dicapai melalui atmosfer pertandingan internasional yang kompetitif. Jam terbang di level tertinggi diyakini menjadi stimulan terbaik bagi percepatan karier seorang pesepak bola.

“Ketika mereka diberi pengalaman internasional lebih cepat, karier mereka bisa melonjak ke level berikutnya,” kata Herdman. Ia percaya proses tersebut akan membantu Timnas Indonesia membangun skuad kompetitif untuk masa depan.

Saat ini, departemen teknis tim nasional memikul tanggung jawab besar dalam menyaring dan menyeleksi bakat-bakat terbaik secara objektif. Fokus kerja mereka kini diarahkan untuk merancang jalur karier yang jelas bagi para pemain muda menuju level elite dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Witan Sulaeman Comeback ke Timnas Indonesia, Siap Buktikan Diri di Piala AFF 2026

Witan Sulaeman Comeback ke Timnas Indonesia, Siap Buktikan Diri di Piala AFF 2026

Bola | Rabu, 20 Mei 2026 | 10:14 WIB

Peringatan Keras untuk John Herdman: Segera Siapkan Plan B Timnas Indonesia Tanpa Jay Idzes!

Peringatan Keras untuk John Herdman: Segera Siapkan Plan B Timnas Indonesia Tanpa Jay Idzes!

Bola | Rabu, 20 Mei 2026 | 10:06 WIB

John Herdman Bayangkan Marselino Ferdinan atau Dony Tri Jadi Alphonso Davies di Timnas Indonesia

John Herdman Bayangkan Marselino Ferdinan atau Dony Tri Jadi Alphonso Davies di Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 20 Mei 2026 | 10:02 WIB

Terkini

Seni Menghargai Ketenangan Diri, Lebih Berani Berkata Tidak pada Banyak Hal

Seni Menghargai Ketenangan Diri, Lebih Berani Berkata Tidak pada Banyak Hal

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:15 WIB

SF Hariyanto Sambut Kapolda Riau Baru, Ucap Selamat untuk Herry Heryawan

SF Hariyanto Sambut Kapolda Riau Baru, Ucap Selamat untuk Herry Heryawan

Riau | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:04 WIB

Novel Izinkan Aku Mencintaimu: Saat Harus Mengurus Pernikahan Mantan

Novel Izinkan Aku Mencintaimu: Saat Harus Mengurus Pernikahan Mantan

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Besok Harga Turun! Pengamat Prediksi Harga Emas di Bawah Rp2,5 Juta

Besok Harga Turun! Pengamat Prediksi Harga Emas di Bawah Rp2,5 Juta

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Viral Karyawan SPPG Bikin Parodi Amnesia MBG Tolak Minta Maaf Tak Meras Salah, Anggota DPD: Pecat!

Viral Karyawan SPPG Bikin Parodi Amnesia MBG Tolak Minta Maaf Tak Meras Salah, Anggota DPD: Pecat!

Entertainment | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:57 WIB

Memahami Duka dan Continuing Bonds dalam Voicemails for Isabelle

Memahami Duka dan Continuing Bonds dalam Voicemails for Isabelle

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Komplotan Curanmor di Surabaya Gunakan Kode Siulan Saat Beraksi, Tiga Residivis Ditangkap

Komplotan Curanmor di Surabaya Gunakan Kode Siulan Saat Beraksi, Tiga Residivis Ditangkap

Jatim | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:47 WIB

Perbedaan yang Menjadi Kekuatan: Ulasan Enchanting the Sea with My ADHD

Perbedaan yang Menjadi Kekuatan: Ulasan Enchanting the Sea with My ADHD

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Peran TNI Terus Meluas, Imparsial Sebut Demokrasi dan Supremasi Sipil dalam Ancaman

Peran TNI Terus Meluas, Imparsial Sebut Demokrasi dan Supremasi Sipil dalam Ancaman

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:30 WIB

The Lonely Little Monkey, Buku tentang Mencari Teman dan Menerima Perbedaan

The Lonely Little Monkey, Buku tentang Mencari Teman dan Menerima Perbedaan

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:30 WIB

×