- I.League tengah menyiapkan kembalinya turnamen Piala Indonesia setelah vakum selama tujuh tahun sejak musim 2018/2019.
- Operator liga sedang menyusun sinkronisasi jadwal domestik agar tidak berbenturan dengan agenda AFC dan ASEAN musim 2026/2027.
- Kembalinya turnamen bertujuan meningkatkan jam terbang pemain serta memberikan kesempatan regenerasi bagi bakat muda di seluruh daerah.
Suara.com - Setelah tujuh tahun vakum, turnamen Piala Indonesia dipastikan mulai dipersiapkan untuk kembali bergulir dalam waktu dekat.
I.League selaku operator kompetisi sepak bola nasional kini tengah menyusun berbagai kebutuhan teknis agar ajang tersebut berjalan selaras dengan kalender domestik maupun internasional musim 2026/2027.
Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, mengungkapkan bahwa fokus utama saat ini adalah menyelaraskan jadwal kompetisi dengan agenda AFC dan ASEAN.

Langkah tersebut dinilai penting agar klub peserta tidak mengalami benturan jadwal pertandingan sepanjang musim.
Piala Indonesia terakhir kali digelar pada musim 2018/2019. Saat itu, PSM Makassar keluar sebagai juara setelah mengalahkan Persija Jakarta dengan agregat 2-1 di partai final.
Sejak turnamen tersebut dihentikan, banyak pencinta sepak bola Tanah Air terus menantikan kepastian kembalinya kompetisi lintas kasta itu.
Piala Indonesia dianggap memiliki daya tarik tersendiri karena mempertemukan klub dari berbagai level kompetisi dalam satu panggung nasional.
Sinkronisasi Jadwal Jadi Fokus Utama
Asep menegaskan bahwa I.League sebenarnya sudah memiliki rancangan kalender kompetisi, termasuk opsi menghidupkan kembali Piala Indonesia.
Namun, seluruh proses penyusunan jadwal harus dilakukan secara rinci agar tidak mengganggu agenda klub peserta.
Menurutnya, muncul anggapan bahwa operator liga kesulitan mengatur padatnya jadwal musim depan. Akan tetapi, ia memastikan proses sinkronisasi masih berjalan sesuai rencana.
“Kami tidak bingung mengatur jadwal. Justru sekarang sedang menyusun sinkronisasi agar semua kompetisi bisa berjalan dengan baik,” kata Asep kepada awak media.
Musim depan, sejumlah klub Indonesia memang dijadwalkan tampil di berbagai kompetisi internasional seperti AFC Champions League Two, AFC Challenge League, hingga ASEAN Club Championship.
Situasi tersebut membuat I.League harus ekstra cermat dalam menentukan kalender pertandingan. Operator kompetisi juga perlu mempertimbangkan agenda liga domestik, turnamen tambahan, hingga kebutuhan tim nasional.
Piala Indonesia Dinilai Bisa Tambah Jam Terbang Pemain