- Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi larangan laga kandang dengan penonton kepada Persipura akibat kerusuhan di Stadion Lukas Enembe.
- Persipura menilai hukuman tersebut kurang efektif dan mendorong PSSI melakukan edukasi serta pembinaan suporter secara berkelanjutan.
- Manajemen Persipura berharap kolaborasi dengan PSSI dapat membentuk budaya suporter yang lebih dewasa dan bertanggung jawab di masa depan.
Suara.com - Manajemen Persipura Jayapura akhirnya buka suara terkait sanksi berat dari Komite Disiplin PSSI setelah kerusuhan yang terjadi di Stadion Lukas Enembe pekan lalu.
Klub kebanggaan Papua itu menilai hukuman larangan menggelar laga kandang dengan penonton selama satu musim penuh bukan satu-satunya solusi untuk membenahi mentalitas suporter.
Persipura justru mendorong PSSI untuk terlibat langsung dalam edukasi dan pembinaan suporter agar insiden serupa di kompetisi Championship tidak kembali terulang.
Persipura Sebut Sepak Bola Kehilangan Jiwa Tanpa Suporter
![Suporter Persipura Rusuh, Ini Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol. [Instagram @Nusaliga]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/08/10489-suporter-persipura.jpg)
Pihak manajemen mengakui sanksi tanpa penonton akan berdampak besar terhadap atmosfer pertandingan dan identitas klub.
“Kami juga percaya bahwa pembatasan total terhadap kehadiran penonton dan suporter bukanlah satu-satunya solusi jangka panjang,” tulis pernyataan resmi manajemen Persipura dikutip dari ANTARA, Kamis (21/5/2026).
Menurut mereka, sepak bola tanpa dukungan suporter akan kehilangan nilai emosional yang selama ini menjadi bagian penting dari olahraga tersebut.
“Sepak bola tanpa kehadiran pendukung akan kehilangan sebagian dari semangat, identitas, dan ikatan emosional yang menjadi jiwa dari olahraga ini,” lanjut pernyataan tersebut.
Manajemen Persipura juga menilai program edukasi dan sosialisasi kepada suporter perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Pemahaman mengenai cara mendukung tim dengan bertanggung jawab, menghormati regulasi, serta menjaga ketertiban dinilai harus dibangun secara terstruktur.
“Budaya disiplin dalam sepak bola tidak dapat dibangun hanya melalui hukuman semata, tetapi juga melalui pembinaan, komunikasi, dan rasa tanggung jawab bersama,” tegas manajemen Persipura.
Persipura Dorong Kolaborasi dengan PSSI
Persipura berharap PSSI dapat bekerja sama dengan klub dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap suporter.
Pendekatan kolaboratif yang diusulkan meliputi workshop, forum komunikasi, hingga pembinaan langsung kepada komunitas suporter di akar rumput.
Langkah preventif tersebut dinilai lebih efektif untuk membentuk budaya suporter yang dewasa dibanding hanya mengandalkan sanksi.