- Timnas Vietnam U-19 resmi tersingkir dari Piala AFF U-19 2026 setelah Kamboja meraih hasil imbang melawan Australia, Selasa (9/6/2026).
- Kegagalan Vietnam ke semifinal disebabkan koleksi tiga poin yang kalah bersaing dari Kamboja sebagai peringkat kedua terbaik di fase grup.
- Federasi Sepak Bola Vietnam mengevaluasi kekalahan atas Indonesia dan mendorong pemain muda meningkatkan mentalitas serta daya saing di level internasional.
Suara.com - Langkah Timnas Vietnam dalam ajang Piala AFF U-19 2026 resmi terhenti di babak penyisihan grup.
Kepastian gugurnya skuad berjuluk The Golden Star Warriors tersebut dipastikan setelah Kamboja berhasil menahan imbang Australia pada laga pamungkas Grup C, Selasa (9/6/2026).
Hasil seri tersebut mengantarkan Kamboja keluar sebagai peringkat kedua terbaik dengan koleksi empat poin, mengungguli Vietnam yang hanya mengemas tiga poin di klasemen akhir posisi kedua.
Menanggapi hasil minor ini, Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) langsung merilis pernyataan resmi yang diwarnai rasa kecewa sekaligus menyoroti kekalahan mereka dari tuan rumah Indonesia.
Secara keseluruhan, perjalanan Vietnam di babak penyisihan grup sebenarnya tidak berjalan buruk dengan mengemas dua kemenangan atas Timor Leste dan Myanmar.
Akan tetapi, mereka menelan satu kekalahan tipis 1-2 saat berhadapan dengan Timnas Indonesia U-19 di laga pamungkas Grup A.
![Pesepak bola Timnas Indonesia U-19 Evandra Florasta (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Vietnam U-19 Tan Dung Le (kanan) pada pertandingan Piala AFF U-19 2026 di Stadion Utama Sumatera Utara, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (7/6/2026). [ANTARA FOTO/Yudi Manar/Lmo/bar]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/08/27410-piala-aff-u-19-2026-timnas-indonesia-u19-vs-vietnam-evandra-florasta.jpg)
Kegagalan melangkah ke babak semifinal tetap menjadi pukulan telak yang sangat disesali oleh jajaran pengurus federasi.
"Bagi Vietnam, tidak mampu mencapai semifinal adalah hal yang disayangkan," bunyi pernyataan Federasi Vietnam.
Kekecewaan tersebut kian mendalam mengingat mereka sempat mencatatkan start yang sangat meyakinkan di awal turnamen.
"Terutama setelah menampilkan awal yang menjanjikan dengan kemenangan melawan Timor Leste dan Myanmar," sambung VFF.
Meskipun dilanda rasa sesal, VFF menegaskan bahwa keikutsertaan mereka dalam turnamen kelompok umur se-Asia Tenggara ini tetap menyisakan banyak evaluasi penting serta pembelajaran berharga demi kelancaran proses pematangan kualitas para pemain muda mereka ke depannya.
"Turnamen ini juga memberikan banyak pelajaran dan pengalaman berharga bagi para pemain muda dalam perkembangan mereka," lanjut VFF.
Lebih lanjut, pihak federasi secara khusus memberikan perhatian serius terhadap jalannya bentrokan sengit kontra tuan rumah Timnas Indonesia U-19 di laga penutup Grup A.
Kekalahan tipis dari skuad asuhan Nova Arianto di hadapan puluhan ribu suporter lawan diidentifikasi sebagai salah satu masalah krusial yang wajib segera dicari jalan keluarnya oleh tim nasional mereka.
"Secara khusus, pertandingan melawan tuan rumah Indonesia di laga terakhir babak penyisihan grup menunjukkan tantangan yang perlu diatasi," kata VFF.