- Sadio Mane mengungkapkan dirinya nyaris bergabung dengan Manchester United pada tahun 2016 saat masih membela klub Southampton.
- Keputusan Mane memilih Liverpool didasari oleh keyakinan terhadap visi dan proyek besar yang ditawarkan oleh pelatih Jurgen Klopp.
- Mane kini membuka peluang kembali merumput di Liga Inggris setelah kontraknya bersama klub Al-Nassr berakhir di masa mendatang.
Suara.com - Bintang Timnas Senegal, Sadio Mane, kembali menjadi sorotan di tengah gelaran Piala Dunia 2026.
Mantan penyerang Liverpool itu mengungkap fakta menarik terkait perjalanan kariernya yang nyaris membawanya bergabung dengan Manchester United.
Meski saat ini masih memperkuat Al-Nassr di Liga Arab Saudi, spekulasi mengenai kemungkinan kembalinya Mane ke Liga Inggris kembali mengemuka.
Apalagi, sang pemain tak menutup peluang untuk kembali merumput di kompetisi tertinggi Inggris tersebut.
Rahasia di Balik Gagalnya Transfer ke Manchester United

Dilansir dari Mirror, Mane mengungkapkan bahwa dirinya hampir resmi menjadi pemain Manchester United pada 2016 saat masih membela Southampton.
Ketika itu, pemain berusia 34 tahun tersebut menjadi salah satu komoditas panas di bursa transfer setelah tampil impresif bersama Southampton.
"Saya sangat dekat untuk pergi ke Manchester United. Saya sudah memiliki kontrak di sana," ujar Mane.
Menurutnya, seluruh proses transfer sebenarnya sudah hampir rampung.
Bahkan, ia telah menyepakati seluruh persyaratan yang diajukan klub berjuluk Setan Merah tersebut.
"Saya sudah menyetujui semuanya. Semuanya sudah siap, namun saya berpikir, 'Tidak, saya ingin pergi ke Liverpool'," lanjutnya.
Keputusan tersebut kemudian mengubah jalan karier Mane dan menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan sepak bolanya.
Jurgen Klopp Jadi Alasan Utama
Mane mengungkapkan bahwa sosok Jurgen Klopp menjadi faktor utama yang membuatnya memilih Liverpool dibanding Manchester United.
Pelatih asal Jerman itu disebut berhasil meyakinkan Mane melalui visi dan proyek besar yang tengah dibangun di Anfield.
"Saya yakin untuk mengikuti proyek Klopp," kata Mane.
Ia masih mengingat percakapan pertamanya dengan Klopp yang menjadi titik balik dalam pengambilan keputusan tersebut.
"Saya masih ingat pertama kali saya mendapat telepon dari Klopp. Dia berkata, 'Kami memiliki proyek besar di Liverpool dan saya ingin Anda menjadi bagian darinya'," kenang Mane.
Pilihan tersebut terbukti tepat. Bersama Liverpool, Mane menjelma menjadi salah satu penyerang terbaik dunia dan meraih berbagai gelar bergengsi.
Mantan pelatih Manchester United, Louis van Gaal, juga membenarkan bahwa Mane merupakan salah satu target utama yang ingin direkrutnya saat itu.
"Sadio Mane adalah pemain tim yang sesungguhnya dan itulah alasan saya sangat ingin merekrutnya," ujar Van Gaal.
Menurut pelatih asal Belanda tersebut, Mane merupakan tipe pemain yang sangat sulit dihadapi oleh lawan.
"Ini adalah tipe pemain yang sulit untuk dilawan," tambahnya.
Buka Peluang Kembali ke Liga Inggris
Rumor kepulangan Mane ke Liga Inggris semakin menguat setelah dirinya bertemu dengan politikus Inggris sekaligus pendukung Newcastle United, Lord Callanan, dalam sebuah konferensi.
Saat diajak kembali bermain di Inggris, Mane memberikan jawaban yang memicu spekulasi.
"Jangan pernah katakan tidak pernah!" ujar Mane.
Pernyataan tersebut dianggap sebagai sinyal bahwa mantan pemain Liverpool itu masih membuka kemungkinan untuk kembali berkarier di Inggris pada masa mendatang.
Meski demikian, fokus utama Mane saat ini tetap bersama Timnas Senegal yang sedang berjuang di Piala Dunia 2026.
Di level klub, performanya bersama Al-Nassr juga terbilang cukup produktif. Selama tiga musim membela klub Arab Saudi tersebut, Mane telah mencatatkan 51 gol dari 129 penampilan di semua kompetisi.
Warisan Besar Sadio Mane di Liverpool
Nama Sadio Mane tak bisa dipisahkan dari kesuksesan Liverpool era Jurgen Klopp. Selama enam musim di Anfield, ia menjadi salah satu pemain kunci yang membantu The Reds meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk Liga Inggris dan Liga Champions.
Setelah meninggalkan Liverpool, Mane sempat berpetualang ke Jerman bersama Bayern Munchen sebelum akhirnya bergabung dengan Al-Nassr.
Kini, di usia 34 tahun, Piala Dunia 2026 menjadi salah satu panggung terbesar bagi Mane untuk kembali menunjukkan kualitasnya sebelum memasuki fase akhir karier profesionalnya.