- Timnas Meksiko menjadi tim pertama yang lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Korea Selatan 1-0.
- Gol tunggal kemenangan Meksiko dicetak oleh Luis Romo pada menit ke-50 di Estadio Guadalajara, Kamis waktu setempat.
- Hasil ini membawa Meksiko meraih tiga kemenangan beruntun dan menjaga catatan impresif pertahanan tanpa kebobolan di babak pertama.
Suara.com - Timnas Meksiko resmi menjadi tim pertama yang mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Korea Selatan dengan skor tipis 1-0.
Gol tunggal kemenangan skuad El Tri dicetak Luis Romo pada menit ke-50 dalam pertandingan yang berlangsung sengit di Estadio Guadalajara, Kamis waktu setempat.
Kemenangan krusial ini sekaligus mempertegas status Meksiko sebagai salah satu tuan rumah yang siap bersaing di level tertinggi turnamen edisi kali ini.
Luis Romo berhasil memanfaatkan kesalahan kiper Korea Selatan, Kim Seung-Gyu, yang bertabrakan dengan rekan setimnya saat mencoba mengamankan bola udara.
Berdasarkan data statistik Opta, kemenangan tersebut membawa Meksiko kembali ke jalur babak gugur setelah sempat gagal melaju dari fase grup pada edisi 2022.
Rekor Spesial Luis Romo di Guadalajara

Penampilan Luis Romo di hadapan publik Guadalajara terasa sangat spesial karena ia mencetak gol di stadion yang juga menjadi markas klubnya saat ini.
Gelandang tersebut kini tercatat sebagai pemain Meksiko tertua kedua yang sukses mencetak gol pada laga debutnya di Piala Dunia, yakni pada usia 31 tahun 13 hari.
Pencapaian Romo hanya kalah dari legenda Ricardo Peláez yang juga membobol gawang Korea Selatan pada Piala Dunia 1998 saat berusia 35 tahun.
Gol tersebut merupakan gol ke-13 yang dicetak pemain klub Guadalajara di panggung Piala Dunia. Menariknya, mayoritas gol tersebut lahir pada babak kedua.
Ketajaman Romo di kandang sendiri menjadi bukti pentingnya faktor kepercayaan diri dan dukungan publik dalam pertandingan besar seperti Piala Dunia.
Tembok Baja Meksiko dan Rekor Korea Selatan
Selain efektif di lini depan, pertahanan Meksiko kembali mencatatkan statistik impresif.
El Tri kini tidak pernah kebobolan pada babak pertama dalam 13 pertandingan terakhir mereka di ajang Piala Dunia.
Catatan tersebut terus terjaga sejak mereka terakhir kali kebobolan pada kekalahan 1-3 dari Argentina di babak gugur Piala Dunia 2010.
Ketangguhan lini belakang Meksiko turut didukung performa solid Raul Rangel di bawah mistar gawang.
Rangel resmi menjadi kiper Meksiko kedua setelah Guillermo Ochoa yang mampu mencatatkan clean sheet dalam dua pertandingan pertama pada debutnya di Piala Dunia.
Di sisi lain, Korea Selatan juga mencatatkan rekor tersendiri. Kekalahan ini membuat Taeguk Warriors gagal mencetak gol dalam dua laga beruntun Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak edisi 1998.
Dominasi Tak Selalu Berbuah Kemenangan
Meski Korea Selatan menguasai bola hingga 58 persen, efektivitas serangan Meksiko terbukti lebih menentukan hasil akhir pertandingan.
Berdasarkan data expected goals (xG), Korea Selatan sebenarnya unggul dengan nilai 0,67 berbanding 0,48 milik Meksiko.
Namun, kegemilangan Raul Rangel pada menit-menit akhir membuat seluruh peluang Korea Selatan berakhir sia-sia.
Rangel melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis sundulan Cho Gue-Sung sebelum bereaksi cepat menggagalkan tembakan susulan Yang Hyun-Jun.
Kemenangan ini juga menandai untuk pertama kalinya dalam sejarah Meksiko mampu meraih tiga kemenangan beruntun di ajang Piala Dunia.
Meksiko Kian Dekat dengan Mimpi Besar
Keberhasilan lolos ke babak 32 besar semakin mempertegas reputasi Meksiko sebagai salah satu tim paling konsisten di fase grup Piala Dunia.
Dalam sembilan partisipasi terakhir, Meksiko berhasil melaju ke fase gugur sebanyak delapan kali dan hanya sekali gagal, yakni pada edisi Qatar 2022.
Sementara itu, Korea Selatan wajib meraih hasil positif saat menghadapi Afrika Selatan pada laga terakhir grup jika ingin menjaga peluang lolos.
Dukungan fanatik suporter di Estadio Guadalajara kembali menjadi faktor penting yang membantu Meksiko tampil percaya diri sejak menit pertama.
Kini, tim asuhan Javier Aguirre berpeluang melakukan rotasi pemain pada laga terakhir fase grup karena posisi mereka di puncak klasemen sudah sangat aman.
