- Gelandang Kanada, Ismael Kone, mengalami patah tulang serius saat melawan Qatar di Vancouver pada Piala Dunia 2026.
- Cedera patah tulang tibia dan fibula tersebut memaksa Kone absen membela Kanada hingga akhir turnamen Piala Dunia.
- Kone menunjukkan keteguhan iman dan berjanji mendukung rekan setimnya sebagai asisten pelatih selama masa pemulihan berlangsung.
Suara.com - Mimpi Ismael Kone tampil penuh di Piala Dunia 2026 harus berakhir lebih cepat. Gelandang Timnas Kanada itu mengalami cedera patah kaki yang serius saat menghadapi Qatar, namun di tengah masa sulit tersebut, Kone justru menunjukkan keteguhan iman yang menyentuh hati banyak orang.
Alih-alih larut dalam kekecewaan, pemain berusia muda itu mengunggah pesan penuh makna melalui media sosial. Dalam pesannya, Kone menegaskan keyakinannya bahwa setiap ujian yang datang merupakan bagian dari rencana terbaik Allah.
Cedera tersebut membuat Kone dipastikan absen hingga akhir turnamen setelah mengalami patah tulang tibia dan fibula dalam laga fase grup Piala Dunia 2026.
Cedera Horor di Tengah Dominasi Kanada

Insiden mengerikan itu terjadi pada menit ke-51 saat Kanada menghadapi Qatar di Vancouver.
Dalam sebuah duel perebutan bola, gelandang Qatar Assim Madibo melakukan tekel yang berujung fatal. Kone terjatuh dengan posisi kaki yang tidak wajar dan langsung menunjukkan ekspresi kesakitan.
Pelatih Kanada, Jesse Marsch, mengaku menyadari betapa parahnya cedera tersebut sejak detik pertama kejadian.
"Tepat saat itu, saya bisa mendengar suara tulang yang patah," ujar Marsch, dikutip dari Al Jazeera.
Kone kemudian ditandu keluar lapangan sambil mendapat bantuan oksigen. Meski demikian, ia masih sempat memberikan tanda jempol kepada para suporter yang memberikan dukungan dari tribune.
Pesan Iman yang Menyentuh Hati
Setelah menjalani operasi selama sekitar satu setengah jam, Kone akhirnya menyampaikan kondisi terbarunya melalui akun Instagram pribadi.
Dalam unggahan tersebut, ia mengaku tidak pernah meragukan rencana Allah, termasuk saat menghadapi cobaan besar yang mengancam kariernya.
"ALLAH tidak pernah mengecewakan saya. Sepanjang hidup saya, bahkan tidak sekalipun. Jadi mengapa harus meragukan-Nya sekarang? Terutama setelah mengetahui hal itu," tulis Kone.
Ia meyakini bahwa setiap peristiwa yang terjadi telah diketahui dan direncanakan oleh Sang Pencipta jauh sebelum manusia menyadarinya.
"Dia tahu dan melihat segalanya bahkan sebelum itu terjadi. Dia memiliki rencana dan visi untuk kita semua. Pertempuran ini adalah ujian bagi iman saya kepada-Nya dan bagi karakter saya," lanjutnya.
