- Penyerang Dennis Dargahi berhasil masuk skuad Timnas Iran untuk Piala Dunia 2026 setelah melewati proses naturalisasi yang panjang.
- Dennis membuktikan garis keturunan Iran melalui tes DNA lintas negara dan melakukan pergantian nama belakang demi mendapatkan paspor.
- Proses administrasi yang sulit tersebut akhirnya tuntas, memungkinkan Dennis menjadi bagian dari tim nasional Iran di ajang internasional.
Suara.com - Perjalanan Dennis Dargahi menuju Piala Dunia 2026 jauh dari kata biasa. Penyerang Standard Liege itu harus melewati proses panjang yang melibatkan tes DNA lintas benua, birokrasi rumit, hingga pergantian nama belakang demi mewujudkan impiannya membela Timnas Iran.
Pemain berusia 29 tahun tersebut akhirnya berhasil mendapatkan paspor Iran dan masuk skuad Team Melli untuk tampil di ajang sepak bola terbesar dunia.
Namun, jalan yang ditempuhnya dipenuhi tantangan yang jarang dialami pemain profesional lainnya.
Terbongkar Lewat Postingan Instagram
Identitas Iran yang dimiliki Dennis nyaris tidak pernah diketahui publik jika bukan karena sebuah unggahan di Instagram.
Kisah itu bermula ketika bibinya, Anahita Dargahi, yang dikenal sebagai aktris dan figur publik ternama di Iran, mengunggah foto keluarga saat perayaan hari raya.
Unggahan tersebut memicu rasa penasaran para penggemar sepak bola Iran yang kemudian mencari tahu hubungan Dennis dengan sang aktris.
"Anahita mengunggah sebuah foto dengan saya dan keluarga saya untuk mengucapkan Selamat Natal atau Selamat Tahun Baru, sesuatu seperti itu," kata Dennis Dargahi dalam podcast Gol Bezan.
"Orang-orang bertanya kepada saya, 'Apakah Anda orang Iran dan apakah bibi Anda Anahita?' Dan saya menjawab, ya, dan ya, dia bibi saya," lanjutnya.
Dennis mengakui bahwa tanpa popularitas sang bibi, kemungkinan besar latar belakang keluarganya tidak akan pernah menjadi perhatian publik.
"Saya pikir jika dia tidak terkenal, tidak ada yang akan pernah tahu bahwa saya orang Iran. Namun darah Iran mengalir dalam tubuh saya dan saya tidak bisa menyembunyikan hal tersebut," ujarnya.
Tes DNA Jadi Jalan Keluar
Jalur Dennis menuju Timnas Iran tidak mudah. Ia lahir dan besar di Eropa, memiliki ayah berkebangsaan Jerman dan ibu asal Spanyol, serta pernah membela Timnas Jerman U-19.
Akar Iran dalam keluarganya berasal dari sang kakek dari pihak ayah.
Namun, aturan kewarganegaraan Iran mengharuskan adanya pembuktian hubungan langsung dengan pemegang identitas resmi negara tersebut.
Karena sang kakek telah meninggal dunia dan ayahnya tidak pernah mengurus dokumen kewarganegaraan Iran, keluarga Dennis harus mencari cara lain untuk membuktikan garis keturunan tersebut.
Solusi yang ditempuh adalah tes DNA. Ayah Dennis bahkan terbang ke Teheran untuk memberikan sampel DNA yang kemudian dicocokkan dengan DNA milik Anahita Dargahi sebagai bagian dari proses verifikasi.
Proses tersebut berlangsung selama hampir satu tahun sebelum akhirnya mendapatkan persetujuan dari otoritas terkait.
Ubah Nama Demi Paspor Iran
Setelah seluruh proses administrasi dan pembuktian selesai, Dennis resmi memperoleh paspor Iran pada Mei lalu.
Sebagai bagian dari identitas barunya, pemain yang sebelumnya dikenal dengan nama Dennis Eckert itu juga mengganti nama belakangnya menjadi Dargahi.
Perubahan tersebut menjadi simbol kuat keterikatannya dengan akar keluarga sekaligus melengkapi proses naturalisasi yang panjang dan melelahkan.
Akhir Manis: Tembus Skuad Piala Dunia 2026
Seluruh perjuangan itu akhirnya berbuah manis ketika Dennis dipanggil masuk ke skuad Timnas Iran untuk Piala Dunia 2026.
Kesempatannya semakin terbuka setelah striker senior Sardar Azmoun dicoret dari tim akibat unggahan kontroversial di media sosial yang berkaitan dengan isu politik.
Meski kini menjadi bagian dari Team Melli, Dennis mengaku sempat pesimis proses tersebut akan berhasil.
"Saya tidak berpikir itu akan terjadi," ujar Dennis, yang juga mengakui belum bisa berbicara dalam bahasa Farsi.
"Kami mencoba mencari jalan keluarnya, lalu kontak dengan federasi sempat terputus. Saya tidak yakin semuanya akan berjalan mudah," tambahnya.
Namun, kesempatan tampil di Piala Dunia membuatnya terus berjuang hingga akhir.
"Saya sangat ingin bermain di Piala Dunia. Saya ingin mendapatkan pengalaman ini dan menantang diri saya bersama tim nasional," kata Dennis.
Pemain yang berpeluang menjalani debut saat Iran menghadapi Belgia di Los Angeles itu juga memberikan apresiasi khusus kepada sang bibi yang membantunya selama proses administrasi.
"Anahita sangat membantu saya, mulai dari dokumen hingga berbagai hal lainnya. Dia memiliki hati yang sangat besar dan merupakan pribadi yang luar biasa," puji Dennis.
Fenomena Pemain Diaspora di Piala Dunia 2026
Kisah Dennis Dargahi menjadi salah satu contoh menarik besarnya peran pemain diaspora di Piala Dunia 2026.
Data turnamen menunjukkan sekitar 23 persen pemain yang tampil di ajang ini lahir di luar negara yang mereka wakili.
Dari total 1.248 pemain, sebanyak 288 pemain memenuhi syarat membela tim nasional melalui garis keturunan atau proses naturalisasi.
Salah satu contoh paling mencolok adalah Curacao yang membawa 25 pemain kelahiran luar negeri dari total 26 pemain dalam skuad mereka.
Fenomena tersebut menunjukkan bagaimana pemain diaspora kini menjadi aset penting bagi banyak negara untuk meningkatkan daya saing di level internasional, termasuk Iran yang kini memiliki Dennis Dargahi sebagai salah satu wajah barunya di Piala Dunia 2026.
