- Suporter Jepang menuai pujian global karena aksi membersihkan stadion setelah pertandingan Piala Dunia 2026 berlangsung.
- Tradisi tersebut memicu kritik domestik terkait ketimpangan pembagian tugas rumah tangga antara pria dan wanita Jepang.
- Data OECD menunjukkan perempuan Jepang menghabiskan waktu lebih banyak untuk pekerjaan rumah tangga dibandingkan kaum pria.
Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, juga mengaku bangga dengan citra positif tersebut.
“Ini adalah bagian dari budaya Jepang yang bisa kami banggakan di dunia,” ujarnya.
Namun Moriyasu mengakui ada sudut pandang lain.
Moriyasu menyinggung kekhawatiran bahwa kebiasaan tersebut bisa berdampak pada pekerjaan petugas kebersihan, meski tetap menilai aksi itu sebagai bentuk tanggung jawab sosial.
