- Henk ten Cate mengkritik penampilan Cristiano Ronaldo yang dianggap memicu masalah bagi Timnas Portugal saat Piala Dunia 2026.
- Ten Cate menilai Ronaldo sudah melewati masa terbaiknya sehingga performanya tidak lagi setara dengan pemain Portugal lainnya.
- Status legenda membuat Ronaldo sulit dicadangkan, padahal ia dinilai sudah mengalami penurunan kualitas dalam dua tahun terakhir.
Suara.com - Mantan pelatih Henk ten Cate melontarkan kritik tajam kepada Cristiano Ronaldo terkait performanya bersama Timnas Portugal.
Ten Cate menilai kehadiran sang megabintang justru menjadi sumber masalah di dalam tim.
Komentar keras itu disampaikan Ten Cate dalam program De Oranjezomer.
Ia menyoroti hasil imbang 1-1 Portugal melawan DR Congo pada laga pembuka Piala Dunia 2026, di mana Ronaldo tampil penuh selama 90 menit.
“Masalah di Portugal muncul karena Cristiano Ronaldo,” ujar Ten Cate dikutip dari Voetbal Primeur

Menurutnya, keputusan untuk tetap memanggil Ronaldo membawa konsekuensi sulit bagi pelatih.
Ten Cate menjelaskan, status Ronaldo sebagai legenda di negaranya membuatnya nyaris mustahil dicadangkan.
“Begitu Anda memilihnya, Anda tahu akan membawa masalah. Anda tidak bisa menaruhnya di bangku cadangan,” tegasnya.
Ten Cate bahkan menyebut Ronaldo sudah melewati masa terbaiknya. Ia menilai performa pemain berusia 41 tahun itu tidak lagi selevel dengan rekan-rekannya di tim nasional.
“Dia adalah GOAT bagi Portugal, mungkin tidak bagi kita. Tapi sebagai pelatih, kalau Anda memanggilnya, Anda harus memainkannya. Padahal sebenarnya dia sudah over the hill,” lanjutnya.
Saat ditanya apakah dirinya akan tetap memanggil Ronaldo jika menjadi pelatih Portugal, Ten Cate menjawab tegas. “Tidak,” katanya singkat.
Pelatih keturunan Indonesia itu beralasan penurunan performa Ronaldo sudah terlihat dalam dua tahun terakhir.
Bahkan, dalam delapan pertandingan terakhir, sang striker disebut gagal mencetak gol.
“Levelnya sudah jauh menurun. Tapi semuanya harus mengalah untuknya. Pada akhirnya, ada waktunya berhenti. Kalau sudah habis, ya sudah,” pungkas pelatih yang sempat digadang-gadang jadi Dirtek Timnas Indonesia tersebut.
