- Julian Alvarez menyatakan keinginan hengkang dari Atletico Madrid saat membela Timnas Argentina pada Piala Dunia 2026 di Texas.
- Pernyataan tersebut memicu kemarahan suporter Atletico Madrid setelah klub menolak tawaran transfer 150 juta euro dari Real Madrid.
- Atletico Madrid tetap menolak melepas Alvarez karena sang pemain masih terikat kontrak dengan klausul pelepasan 500 juta euro.
Suara.com - Penyerang Timnas Argentina, Julian Alvarez, membuat geger dunia sepak bola setelah secara terbuka mengungkapkan keinginannya meninggalkan Atletico Madrid di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026.
Pernyataan tersebut muncul tidak lama setelah manajemen Los Rojiblancos menolak tawaran fantastis senilai 150 juta euro atau sekitar Rp2,6 triliun dari rival sekota mereka, Real Madrid.
Alvarez mengaku telah berbicara langsung dengan pihak klub terkait masa depannya dan meyakini bahwa transfer merupakan solusi terbaik bagi semua pihak.
Julian Alvarez Blak-blakan Soal Masa Depannya
![Dilema Scaloni! Julian Alvarez atau Lautaro Martínez, Siapa Jadi Striker Argentina? [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/15/76608-julian-alvarez-lautaro-martinez.jpg)
Pernyataan itu disampaikan Alvarez usai membantu Timnas Argentina meraih kemenangan 2-0 atas Austria pada laga Grup J Piala Dunia 2026 di Arlington, Texas.
Dalam wawancara bersama ESPN yang dikutip AP News, pemain berusia 26 tahun itu menegaskan dirinya tidak ingin lagi menutupi situasi yang sedang terjadi.
"Hal terbaik bagi semua orang adalah transfer," ujar Alvarez.
"Saya rasa ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan hal ini, tetapi saya juga tidak bisa bersembunyi."
"Saya harus jujur, dan saya berbicara dengan orang-orang di klub, orang-orang yang perlu saya ajak bicara."
Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi besar dari publik sepak bola Spanyol, khususnya para pendukung Atletico Madrid.
Suporter Atletico Madrid Bereaksi Keras
Keterbukaan Alvarez terkait keinginannya hengkang dianggap sebagian suporter sebagai tindakan yang tidak menghormati klub, terlebih dilakukan saat turnamen besar sedang berlangsung.
Tak lama setelah pernyataannya viral, sejumlah foto dan video yang memperlihatkan oknum suporter membakar jersey Alvarez beredar luas di media sosial.
Situasi ini memperkeruh hubungan antara sang pemain dengan basis pendukung Atletico Madrid yang sebelumnya menjadikannya salah satu idola di Wanda Metropolitano.
Sentimen negatif dari suporter juga berpotensi menyulitkan posisi Alvarez apabila proses transfernya gagal terealisasi pada bursa transfer musim panas ini.
