Kanker Ginjal Tak Selalu Harus Dioperasi, Penanganannya Kini Lebih Personal

Vania Rossa

Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:36 WIB
Kanker Ginjal Tak Selalu Harus Dioperasi, Penanganannya Kini Lebih Personal
Ilustrasi kanker ginjal (Freepik/ibrandify)
baca 10 detik
  • Dr Lim Ee Jean dari Singapore General Hospital menyatakan penanganan kanker ginjal disesuaikan secara individual tanpa operasi pengangkatan wajib bagi semua pasien.
  • Teknologi kedokteran modern memungkinkan pemantauan aktif, terapi pembekuan sel kanker, serta operasi minimal invasif demi mempertahankan fungsi ginjal pasien.
  • Pemeriksaan kesehatan rutin membantu deteksi dini benjolan ginjal sehingga peluang keberhasilan pengobatan menjadi jauh lebih besar bagi pasien.

Suara.com - Mendengar diagnosis kanker ginjal sering kali membuat pasien berpikir bahwa satu-satunya pilihan adalah operasi pengangkatan ginjal. Padahal, perkembangan dunia kedokteran telah mengubah cara penanganan penyakit ini secara signifikan.

Kini, pengobatan kanker ginjal tidak lagi menggunakan pendekatan "satu terapi untuk semua pasien". Dokter akan memilih penanganan yang paling tepat berdasarkan ukuran tumor, kondisi kesehatan pasien, fungsi ginjal, hingga preferensi pasien sendiri.

Menurut Dr Lim Ee Jean, Consultant, Department of Urology, Singapore General Hospital (SGH), setiap kasus kanker ginjal memiliki karakteristik yang berbeda sehingga keputusan terapi harus dibuat secara individual.

"Tidak ada satu jenis pengobatan yang cocok untuk semua pasien kanker ginjal. Penanganannya harus disesuaikan dengan karakteristik tumor, fungsi ginjal, kondisi kesehatan secara keseluruhan, hingga kebutuhan masing-masing pasien," ujar Dr Lim kepada Suara.com.

Banyak Kasus Ditemukan Tanpa Sengaja

Yang menarik, sebagian besar kanker ginjal justru ditemukan bukan karena pasien mengalami keluhan.

Saat ini semakin banyak orang menjalani medical check-up atau pemeriksaan USG untuk memantau penyakit seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, maupun gangguan kesehatan lainnya. Dari pemeriksaan inilah dokter kerap menemukan adanya benjolan pada ginjal yang sebelumnya tidak disadari pasien.

Menurut Dr Lim, kondisi tersebut membuat banyak pasien datang dalam stadium yang masih bisa ditangani dengan berbagai pilihan terapi.

Sebaliknya, bila kanker sudah membesar, pasien baru mulai merasakan gejala seperti:

baca juga
  • darah pada urine,
  • nyeri di pinggang atau punggung,
  • muncul benjolan di perut,
  • perut terasa penuh,
  • berat badan turun tanpa sebab,
  • mudah lelah.

Karena itulah, pemeriksaan kesehatan rutin menjadi salah satu cara penting untuk menemukan kanker ginjal lebih dini.

Tidak Semua Pasien Harus Langsung Operasi

Berbeda dengan anggapan masyarakat, diagnosis kanker tidak selalu berarti pasien harus segera masuk ruang operasi.

Dr Lim menjelaskan, sebelum menentukan terapi, dokter akan mengevaluasi berbagai aspek, mulai dari:

  • ukuran tumor,
  • lokasi tumor di dalam ginjal,
  • apakah kanker sudah menyebar,
  • hubungan tumor dengan pembuluh darah besar,
  • fungsi ginjal pasien,
  • kondisi kesehatan secara umum,
  • hingga usia biologis dan kemampuan pasien menjalani pemulihan.

"Bukan hanya usia yang menentukan seseorang bisa menjalani operasi atau tidak. Kondisi fisik secara keseluruhan jauh lebih penting," jelasnya.

Ada Pasien yang Cukup Dipantau

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Sekadar Salah Ketik, Komentar Nirempati Nakes Dinilai Cerminan Krisis Literasi Media

Bukan Sekadar Salah Ketik, Komentar Nirempati Nakes Dinilai Cerminan Krisis Literasi Media

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:52 WIB

KKI Sebut Hinaan Nakes ke Pasien di Medsos Belum Tentu Bullying

KKI Sebut Hinaan Nakes ke Pasien di Medsos Belum Tentu Bullying

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:44 WIB

KKI Kantongi 10 Nakes Hina Pasien BPJS di Medsos, Dokter hingga Perawat Bakal Dipanggil

KKI Kantongi 10 Nakes Hina Pasien BPJS di Medsos, Dokter hingga Perawat Bakal Dipanggil

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:33 WIB

Terkini

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:55 WIB

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:46 WIB

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:35 WIB

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:12 WIB

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

×